Minggu, Agustus 2, 2026
  • Login
Beritapers
Beritapers
No Result
View All Result
Beritapers
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
  • Privacy Policy
  • Terms of Service
  • Kode Etik Perilaku
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
Home Berita Terbaru Berita Opini

Bentangan Penerapan Strategi Ekspositori dalam Pembelajaran PAI di Sekolah: Kekuatan dan Kelemahan. Maruki 2 Bagian (1)

Muh. Anwar by Muh. Anwar
26 Desember 2025
in Berita Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Bentangan Penerapan Strategi Ekspositori dalam Pembelajaran PAI di Sekolah: Kekuatan dan Kelemahan. Maruki 2 Bagian (1)
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare On TelegramShare On TwitterShare On Email

BeritaPers. Opini – Di tengah tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis, strategi pembelajaran ekspositori sering dianggap “cara lama” yang identik dengan ceramah. Penilaian ini tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga tidak adil.

Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), strategi ekspositori justru tetap memiliki relevansi yang kuat, terutama ketika sekolah menuntut penguasaan konsep dasar, ketepatan pemahaman dalil, dan keteraturan kerangka berpikir keagamaan. Hal yang sering luput dibahas bukan apakah ekspositori harus ditinggalkan, melainkan bagaimana strategi ini diterapkan secara tepat, terukur, dan dipadukan dengan strategi lain agar tidak berujung pada pembelajaran pasif.

Secara konseptual, strategi ekspositori merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan guru sebagai penyaji materi secara sistematis, dengan tujuan utama memperjelas struktur konsep dan mempercepat pemerolehan pengetahuan yang bersifat deklaratif. Dalam PAI, materi yang memuat definisi, klasifikasi, urutan prosedur ibadah, konsep akidah-akhlak, serta pemaknaan ayat atau hadis tertentu sering menuntut penjelasan runtut dari guru agar tidak terjadi salah interpretasi. Pada titik ini, ekspositori berfungsi sebagai “kerangka” yang menolong peserta didik memahami peta besar sebelum masuk ke diskusi yang lebih eksploratif.
Bentangan Penerapan di Kelas: Dari Pembuka hingga Penilaian

Penerapan strategi ekspositori yang efektif tidak berhenti pada ceramah satu arah. Ia berjalan sebagai rangkaian langkah yang berorientasi pada kejelasan tujuan dan kontrol pemahaman. Fase atau tahapannya:
Pertama, fase orientasi dan penetapan tujuan. Guru PAI memulai dengan mengarahkan fokus: kompetensi apa yang akan dicapai, mengapa topik itu penting, dan bagaimana keterkaitannya dengan kehidupan nyata peserta didik. Misalnya pada materi adab bermedia sosial dalam perspektif akhlak, guru menetapkan target: peserta didik mampu membedakan ghibah, fitnah, dan tabayyun, serta menerapkan indikator perilaku digital yang bertanggung jawab.

RELATED POSTS

Mindful Shopping di Musim Diskon Game, Rahasia Bebas dari Backlog yang Terus Menumpuk

Mindful Shopping di Musim Diskon Game, Rahasia Bebas dari Backlog yang Terus Menumpuk

24 Juli 2026
Nilai PMA Pemilihan Rektor Sarat Intervensi Menteri, Dema FUF UINAM Tuntut Revisi demi Jaga Netralitas Kampus.

Nilai PMA Pemilihan Rektor Sarat Intervensi Menteri, Dema FUF UINAM Tuntut Revisi demi Jaga Netralitas Kampus.

23 Juli 2026
Komunisme Akademik: Pemaksaan Keseragaman di Tengah Keunikan Jiwa (Bagian 8)

Komunisme Akademik: Pemaksaan Keseragaman di Tengah Keunikan Jiwa (Bagian 8)

10 Juli 2026
DPRD Gowa dan Hak Angket: Tinjauan Hukum Tata Negara dan Pidana atas Dugaan Perselingkuhan Bupati

DPRD Gowa dan Hak Angket: Tinjauan Hukum Tata Negara dan Pidana atas Dugaan Perselingkuhan Bupati

5 Juli 2026

Kedua, fase apersepsi dan aktivasi pengetahuan awal. Di sinilah ekspositori sering gagal bila guru langsung “mengisi” tanpa memeriksa bekal awal peserta didik. Guru dapat memulai dengan pertanyaan diagnostik singkat, studi kasus ringan, atau memunculkan miskonsepsi umum (misalnya: “semua kritik itu ghibah”). Tujuannya bukan diskusi panjang, tetapi memastikan “pintu masuk” unyuk pendalaman materi.

Ketiga, fase penyajian materi yang terstruktur. Ini inti ekspositori: penjelasan runtut, contoh yang relevan, ilustrasi sederhana, dan penekanan pada konsep kunci. Pada PAI, struktur bisa dibangun dengan pola: definisi–dalil–contoh–batasan–implikasi. Jika materi membahas wudhu, misalnya, ekspositori yang baik menyajikan urutan rukun dan sunnah, disertai contoh kesalahan yang sering terjadi, lalu penjelasan mengapa kesalahan tersebut berdampak pada sah atau tidaknya ibadah.

Keempat, pengecekan pemahaman (checking for understanding). Strategi ekspositori yang bertanggung jawab selalu menyediakan jeda untuk verifikasi. Guru dapat memakai kuis cepat, pertanyaan bertingkat (mudah–sedang–tinggi), atau teknik exit ticket. Di tahap ini, guru menemukan apakah peserta didik benar-benar paham atau sekadar diam.

Kelima, penguatan dan latihan terbimbing. Setelah penjelasan, peserta didik memerlukan latihan yang diarahkan agar pengetahuan tidak berhenti sebagai hafalan. Dalam PAI, latihan dapat berupa klasifikasi kasus (mana yang termasuk riya, mana yang bukan), menyusun langkah ibadah secara urut, atau menyimpulkan pesan moral dari potongan ayat/hadis.

Keenam, penilaian dan tindak lanjut. Ekspositori yang baik menutup dengan ringkasan poin inti, penilaian formatif, dan rencana remedial/pengayaan. Ini penting karena PAI tidak hanya mengejar pengetahuan, tetapi pembentukan pemahaman yang benar dan konsisten.

Melalui strategi ekspositori pada PAI, terdapat beberapa keutamaan: (1) akurasi dan kontrol konsep. PAI memiliki bagian-bagian yang sensitif terhadap kesalahan interpretasi. Ekspositori membantu menjaga ketepatan definisi, konteks dalil, serta pemisahan antara konsep inti dan contoh; (2) efisiensi waktu untuk materi dasar. Sekolah sering menghadapi keterbatasan jam pelajaran. Ekspositori memungkinkan guru memberikan kerangka cepat sebelum masuk aktivitas yang lebih partisipatif; dan (3) membangun “kerangka berpikir” (schema).

Banyak siswa gagal bukan karena tidak mau berpikir, tetapi karena tidak memiliki struktur pengetahuan. Ekspositori membantu membangun struktur itu, sehingga diskusi dan proyek menjadi lebih bermakna.
Sedangkan kelemahannya: (1) potensi pasif dan ilusi paham. Diam bukan berarti mengerti. Ekspositori yang dominan dapat menciptakan kesan “materi sudah tersampaikan” padahal pemahaman tidak terbentuk; (2) rendahnya keterampilan berpikir tingkat tinggi jika tidak dipadukan. PAI juga menuntut nalar etis, kemampuan mengambil keputusan moral, dan refleksi. Itu sulit tumbuh bila kelas hanya mendengar; dan (3) kesenjangan pengalaman siswa. Siswa berbeda latar keluarga, budaya, dan literasi agama. Ekspositori yang tidak kontekstual mudah terasa jauh dari kehidupan mereka.

Terima kasih, Allahu a’lam bissawab.

Penulis : Dr. Usman, S.Ag., M.Pd
Dosen Prodi PAI FTK UINAM
Ketua Prodi PPG.

Post Views: 96
Tags: Berita OpiniBerita PersDr. UsmanFTK UINAMProdi PPG FTK
SendShare196ShareTweet123Send
Muh. Anwar

Muh. Anwar

Dr. Muh. Anwar HM, S.Ag., M.Pd adalah seorang dosen & praktisi pendidikan, CEO ITMT Indonesia, Ketua Program Studi Manajemen di STIMI YAPMI Makassar, beliau seorang penulis, public speaker, hypnoterapist & trainer hypnoteaching, telah melakukan berbagai penelitian di bidang Hipnoteaching dan telah mempublikasikan hasilnya di jurnal nasional dan internasional. Dengan dedikasi dan kontribusinya, Muh. Anwar HM menjadi salah satu dosen yang berpengaruh di UIN Alauddin Samata dengan spesialisasi  di bidang Manajemen Pendidikan,  hypnoteaching, hypnoteraphy dan public speaking yang diakui secara nasional. Beliau terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Indonesia, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Related Posts

Mindful Shopping di Musim Diskon Game, Rahasia Bebas dari Backlog yang Terus Menumpuk
Berita Opini

Mindful Shopping di Musim Diskon Game, Rahasia Bebas dari Backlog yang Terus Menumpuk

24 Juli 2026
Nilai PMA Pemilihan Rektor Sarat Intervensi Menteri, Dema FUF UINAM Tuntut Revisi demi Jaga Netralitas Kampus.
Berita Opini

Nilai PMA Pemilihan Rektor Sarat Intervensi Menteri, Dema FUF UINAM Tuntut Revisi demi Jaga Netralitas Kampus.

23 Juli 2026
Komunisme Akademik: Pemaksaan Keseragaman di Tengah Keunikan Jiwa (Bagian 8)
Berita Opini

Komunisme Akademik: Pemaksaan Keseragaman di Tengah Keunikan Jiwa (Bagian 8)

10 Juli 2026
DPRD Gowa dan Hak Angket: Tinjauan Hukum Tata Negara dan Pidana atas Dugaan Perselingkuhan Bupati
Berita Opini

DPRD Gowa dan Hak Angket: Tinjauan Hukum Tata Negara dan Pidana atas Dugaan Perselingkuhan Bupati

5 Juli 2026
“NGOMEL: Kebiasaan Sepele Yang Merusak Kebahagiaan.”
Berita Opini

“NGOMEL: Kebiasaan Sepele Yang Merusak Kebahagiaan.”

1 Juli 2026
Sarjana yang Dicari Masyarakat: Kampus Mengejar Kuantitas atau Kualitas?
Berita Opini

Sarjana yang Dicari Masyarakat: Kampus Mengejar Kuantitas atau Kualitas?

21 Juni 2026
Buket Cinta, Tapi Skrupnya Lupa Dipasang
Berita Opini

Buket Cinta, Tapi Skrupnya Lupa Dipasang

18 Juni 2026
1 Muharram 1448 H: Saatnya Anak Muda Berhijrah dari Wacana ke Karya
Berita Opini

1 Muharram 1448 H: Saatnya Anak Muda Berhijrah dari Wacana ke Karya

16 Juni 2026
Hakekat Parlemen dan Keharusan untuk Bisa Berbicara
Berita Opini

Hakekat Parlemen dan Keharusan untuk Bisa Berbicara

11 Mei 2026
DEMA FUFA UIN Alauddin Makassar Tolak MBG Masuk Kampus, Soroti Ancaman terhadap Independensi Akademik
Berita Opini

DEMA FUFA UIN Alauddin Makassar Tolak MBG Masuk Kampus, Soroti Ancaman terhadap Independensi Akademik

10 Mei 2026

Discussion about this post

Rekomendasi Berita

Perkuat Literasi Digital Indonesia Timur, Pemkab Takalar Bersama Kodaeral VI Makassar dan Kaizen Bahas Pengembangan Edukasi AI

Perkuat Literasi Digital Indonesia Timur, Pemkab Takalar Bersama Kodaeral VI Makassar dan Kaizen Bahas Pengembangan Edukasi AI

2 Agustus 2026
Gagasan Bupati Daeng Manye, Pemkab Takalar Bakal Gelar Takalar Award 2026 Pacu Inovasi Layak Huni

Gagasan Bupati Daeng Manye, Pemkab Takalar Bakal Gelar Takalar Award 2026 Pacu Inovasi Layak Huni

2 Agustus 2026
Bupati Daeng Manye Komitmen Dorong BUMDes Mandiri dan Berdaya Saing Lewat Bimtek Pengelolaan Usaha Desa

Bupati Daeng Manye Komitmen Dorong BUMDes Mandiri dan Berdaya Saing Lewat Bimtek Pengelolaan Usaha Desa

2 Agustus 2026
Perkuat Sinergi Pokja PKP Sulsel dan Takalar, Wujudkan Kawasan Permukiman Layak Huni Berkelanjutan

Perkuat Sinergi Pokja PKP Sulsel dan Takalar, Wujudkan Kawasan Permukiman Layak Huni Berkelanjutan

2 Agustus 2026
Mahasiswa KKN-T Unhas Gel. 116 Edukasi GEMARI di SD Inpres Moti

Mahasiswa KKN-T Unhas Gel. 116 Edukasi GEMARI di SD Inpres Moti

2 Agustus 2026
MAN Pinrang Matangkan Kompetensi Murid, Bekali Peserta PKL Bidang Pengelasan Menuju Dunia Industri

MAN Pinrang Matangkan Kompetensi Murid, Bekali Peserta PKL Bidang Pengelasan Menuju Dunia Industri

2 Agustus 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • ‎​Sebut Sebagai Fitnah, Bupati Gowa Husniah Talenrang Bantah Keras Isu Miring yang Serang Dirinya

    ‎​Sebut Sebagai Fitnah, Bupati Gowa Husniah Talenrang Bantah Keras Isu Miring yang Serang Dirinya

    855 shares
    Share 342 Tweet 214
  • R. Ayu Bachir: Satu Kreator Lebih Berarti dari Satu Dinas Pekerjaan Umum!

    834 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Kuasa Hukum Bupati Gowa Angkat Bicara Terkait Dugaan Upaya Penyegelan Rumah Jabatan

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Orangtua Korban Penembakan “Bertrand” Taruh Harapan Ke Kapolda Sulsel, Adiknya Jadi Polwan!

    772 shares
    Share 309 Tweet 193
  • ‎Warga Galesong Resah, Mainan Tembak-Tembakan Peluru Plastik Memakan Korban!

    736 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Bertahun-Tahun Diabaikan, Warga Bolaromang “Tampar” Pemerintah dengan Pengecoran Swadaya

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Soroti Lokasi Dapur MBG dan Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa, Robin: Jangan Korbankan Kepentingan Warga

    652 shares
    Share 261 Tweet 163
  • Klarifikasi Pimpinan Pesantren Darul Istiqamah Pusat: Ini Bukan Konflik Ahli Waris, Tapi Penyelamatan Amanah Lahan Wakaf

    634 shares
    Share 254 Tweet 159
  • ​Hargai Hak Angket DPRD, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Sesalkan Pansus Masuk Ranah Pribadi

    634 shares
    Share 254 Tweet 159
  • ​Sederet Tokoh Agama dan Adat Gowa Sambangi Rujab, Support Bupati Husniah Talenrang

    632 shares
    Share 253 Tweet 158

Rekomendasi Berita

Perkuat Literasi Digital Indonesia Timur, Pemkab Takalar Bersama Kodaeral VI Makassar dan Kaizen Bahas Pengembangan Edukasi AI

Perkuat Literasi Digital Indonesia Timur, Pemkab Takalar Bersama Kodaeral VI Makassar dan Kaizen Bahas Pengembangan Edukasi AI

2 Agustus 2026
Gagasan Bupati Daeng Manye, Pemkab Takalar Bakal Gelar Takalar Award 2026 Pacu Inovasi Layak Huni

Gagasan Bupati Daeng Manye, Pemkab Takalar Bakal Gelar Takalar Award 2026 Pacu Inovasi Layak Huni

2 Agustus 2026
Bupati Daeng Manye Komitmen Dorong BUMDes Mandiri dan Berdaya Saing Lewat Bimtek Pengelolaan Usaha Desa

Bupati Daeng Manye Komitmen Dorong BUMDes Mandiri dan Berdaya Saing Lewat Bimtek Pengelolaan Usaha Desa

2 Agustus 2026
Perkuat Sinergi Pokja PKP Sulsel dan Takalar, Wujudkan Kawasan Permukiman Layak Huni Berkelanjutan

Perkuat Sinergi Pokja PKP Sulsel dan Takalar, Wujudkan Kawasan Permukiman Layak Huni Berkelanjutan

2 Agustus 2026
Mahasiswa KKN-T Unhas Gel. 116 Edukasi GEMARI di SD Inpres Moti

Mahasiswa KKN-T Unhas Gel. 116 Edukasi GEMARI di SD Inpres Moti

2 Agustus 2026
MAN Pinrang Matangkan Kompetensi Murid, Bekali Peserta PKL Bidang Pengelasan Menuju Dunia Industri

MAN Pinrang Matangkan Kompetensi Murid, Bekali Peserta PKL Bidang Pengelasan Menuju Dunia Industri

2 Agustus 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • ‎​Sebut Sebagai Fitnah, Bupati Gowa Husniah Talenrang Bantah Keras Isu Miring yang Serang Dirinya

    ‎​Sebut Sebagai Fitnah, Bupati Gowa Husniah Talenrang Bantah Keras Isu Miring yang Serang Dirinya

    855 shares
    Share 342 Tweet 214
  • R. Ayu Bachir: Satu Kreator Lebih Berarti dari Satu Dinas Pekerjaan Umum!

    834 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Kuasa Hukum Bupati Gowa Angkat Bicara Terkait Dugaan Upaya Penyegelan Rumah Jabatan

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Orangtua Korban Penembakan “Bertrand” Taruh Harapan Ke Kapolda Sulsel, Adiknya Jadi Polwan!

    772 shares
    Share 309 Tweet 193
  • ‎Warga Galesong Resah, Mainan Tembak-Tembakan Peluru Plastik Memakan Korban!

    736 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Bertahun-Tahun Diabaikan, Warga Bolaromang “Tampar” Pemerintah dengan Pengecoran Swadaya

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Soroti Lokasi Dapur MBG dan Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa, Robin: Jangan Korbankan Kepentingan Warga

    652 shares
    Share 261 Tweet 163
  • Klarifikasi Pimpinan Pesantren Darul Istiqamah Pusat: Ini Bukan Konflik Ahli Waris, Tapi Penyelamatan Amanah Lahan Wakaf

    634 shares
    Share 254 Tweet 159
  • ​Hargai Hak Angket DPRD, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Sesalkan Pansus Masuk Ranah Pribadi

    634 shares
    Share 254 Tweet 159
  • ​Sederet Tokoh Agama dan Adat Gowa Sambangi Rujab, Support Bupati Husniah Talenrang

    632 shares
    Share 253 Tweet 158
  • Beranda
  • Kontak
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
  • Privacy Policy
  • Terms of Service
  • Kode Etik Perilaku
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
PT. MEDIA INTAR INDONESIA

©Copyright2025 - Beritapers - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
  • Privacy Policy
  • Terms of Service
  • Kode Etik Perilaku
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan

©Copyright2025 - Beritapers - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?