BeritaPers, Opini. Saya bersyukur akhir-akhir ini kesadaran orangtua dalam mendidik anaknya meningkat cukup tajam.Makin banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya tidak sekadar titip anak ke sekolah tersebut, melainkan ikut aktif dalam mendidik dan membimbing anaknya. Saya juga bersyukur makin banyak sekolah yang sadar, bahwa pendidikan anak tidak hanya diukur lewat hasil akademik, melainkan lebih daripada itu. Konsep multiple intellegence dan basis karakter kini menjadi salah satu acuan pendidikan. Mudah-mudahan kurikulum terbaru pun mengacu ke sana.
Tulisan ini tidak bermaksud mengkonfrontasikan mana yang lebih baik antara pendidikan berbasis karakter dengan pendidikan berbasis akademik, karena sesungguhnya kedua hal tersebut sama-sama penting. Tidak akan ada habisnya jika kita masing-masing dengan sudut pandang yang berbeda, lebih meninggikan yang satu dibanding yang lain.
Semoga kita setuju bahwa kondisi ideal adalah hasil pendidikan yang karakternya bagus dan akademiknya juga bagus sesuai dengan jenis kecakapan masing-masing anak. Bukan begitu? Anak-anak ini memang unik. Makin unik lagi karena yang meributkan mana yang terbaik buat anak adalah kita, para orang dewasa. Dari berbagai diskusi dengan sejumlah pihak, memang makin mengerucut bahwa keseimbangan pendidikan dan pengajaran dari semua sisi itu menjadi jawaban terbaik. Ideal.
Karakter bagus, akademik memadai, dan potensi kecakapan khusus setiap anak tergali. Ada anak yang tidak pandai dan tidak suka matematika, namun dia piawai dalam memainkan musik. Potensi itu digali dengan maksimal, sehingga sang anak bisa menjadi seorang komposer hebat.
Ada anak yang tidak pandai dan tidak suka sains, namun dia hebat dalam bermain sepakbola atau bola basket atau bulutangkis atau tenis. Potensi itu digali dengan maksimal sehingga sang anak bisa menjadi seorang atlet yang hebat.Ada juga anak yang memang hebat dalam matematika, dia tidak suka seni atau olahraga. Potensi matematikanya digali dengan maksimal, sehingga kelak anak itu mampu menjadi seorang ahli matematika yang luar biasa.






















Discussion about this post