By. Dr. Syahiduz Zaman
BERITAPERS – Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2025 membawa pesan reflektif yang kian relevan di tengah riuhnya pembangunan fisik di sektor pendidikan. Tema tahun ini, “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” sejatinya mengajak seluruh komponen bangsa untuk terlibat dalam membenahi sistem pendidikan yang belum kunjung merata kualitasnya.
Namun, perayaan tahunan ini justru memperlihatkan ironi: pemerintah begitu giat membangun gedung sekolah, tapi masih gamang menentukan arah pendidikan.
Dalam lima tahun terakhir, investasi terhadap infrastruktur pendidikan menunjukkan lonjakan signifikan. Berdasarkan data BPS 2025, terdapat sekitar 400.000 unit sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik telah merehabilitasi ribuan ruang kelas, memperbaiki fasilitas sanitasi, dan memperluas akses internet ke daerah-daerah tertinggal.
Bahkan, sejak awal tahun ini, pengelolaan pembangunan infrastruktur pendidikan dialihkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menunjukkan keseriusan negara dalam aspek fisik pendidikan.
Namun, pembangunan pendidikan tidak bisa hanya diukur dari jumlah bangunan. Seberapa besar pun sekolah direnovasi, seberapa cepat pun koneksi internet disediakan, semua akan sia-sia tanpa suprastruktur yang kuat.










