Ia berharap, kegiatan Bimtek ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS se-Sulawesi Selatan untuk memperkuat data-driven management, serta memperluas dampak program zakat dalam memberdayakan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.
Turut hadir memberikan penguatan adalah pimpinan BAZNAS Sulsel, yakni Wakil Ketua II Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, dan Wakil Ketua IV Drs. H. Abd. Azis Benni S.Ag. Keduanya memberikan arahan teknis tentang strategi kolaborasi yang solid antara BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota untuk peningkatan kinerja zakat secara kolektif.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber utama dari BAZNAS RI turut hadir memberikan materi krusial. Aisha Putrina Sari memaparkan secara rinci tentang metodologi dan hasil evaluasi Indeks Zakat Nasional (IZN) 2025, serta mengidentifikasi indikator kunci yang perlu diperbaiki oleh daerah.
Sementara itu, Devon Ramadhan Delian dari Direktorat Kelembagaan dan Pengawasan Nasional (DKPN) BAZNAS RI, menekankan pentingnya governance dan akuntabilitas dalam laporan kinerja zakat. Pelaporan yang akuntabel adalah pondasi utama dalam mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan publik.
Para peserta didorong untuk memanfaatkan modul dan aplikasi yang diberikan secara maksimal. “Mudah-mudahan dengan aplikasi ini bisa mengisi dengan terbaik sehingga nantinya Indeks Zakat Nasional kita bisa berkontribusi sehingga itu menjadi acuan dalam mengevaluasi dan program-program yang akan dilakukan dalam pengolahan zakat secara profesional,” harap perwakilan BAZNAS.
Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan dapat terus memperkuat kapasitas lembaga dalam mengelola zakat secara profesional, berkelanjutan, dan sesuai standar nasional, menjadikan IZN 2025 sebagai acuan utama bagi pengelolaan zakat yang lebih baik pada tahun 2026 mendatang.










