2. PBL semi-terbuka; Masalah dan tujuan ditetapkan guru, tetapi peserta didik melakukan strategi investigasi, membagi peran tim, serta menambah rujukan (tetap dalam batas yang ditetapkan guru).
3. PBL lebih mandiri; peserta didik ikut merumuskan masalah dari realitas sekolah atau komunitas sosial, merancang solusi dan produk, dan mempertahankan argumentasi. Guru berperan sebagai penilai kualitas berpikir dan rujukan yang sahih.
Di samping orientasi di atas, maka implementasi strategi PBL pada pembelajaran PAI di sekolah, tetap merujuk padan sintaks:
(1) Orientasi Masalah (Problem Orientation); Guru menghadirkan masalah autentik dan “merajut pemikiran sistemik dan kompreensif”: ada konflik nilai atau kebutuhan keputusan;
(2) klarifikasi istilah dan batas masalah; peserta didik diminta menuliskan: apa yang diketahui, apa yang belum, istilah kunci, dan batasan kasus;






















Discussion about this post