Suruhlah anak-anak masuk dalam club olah raga, melakukan kompetisi, agar mereka menghayati realitas kehidupan, bahwa dunia ini memang penuh dengan persaingan. Tetapi dalam permainan itupun dia akan belajar bagaimana caranya bekerjasama, bagaimana caranya memimpin dan dipimpin, merasakan menang, dan merasakan pula pahitnya kekalahan. Apabila sudah mulai dewasa ajarkan kepadanya untuk berorganisasi, karena didalam berorganisasi itu dia akan merasakan secara nyata arti dari sebuah pergaluan masyarakat, belajar menghormati dan dihormati. Rasulullah bersabda : umatku adalah mereka yang menghormati dan takjim pada orang yang lebih tua, dan sangat sayang pada yang lebih kecil . Dalam konteks yang lain, Rasulullah bersabda pula : Barang siapa yang menyayangi apa yang ada dibumi, maka dia akan disayangi oleh DIA yang dilangit.
Ajaran kasih sayang adalah esensi ajaran Islam yang paling dominan dan dengan cinta inilah Islam merebak dari mulai Cordova di Andalusia sampai Jayapura di Irian Jaya, belahan bumi telah disiram cinta oleh peradaban Islam, dan salah satu bunga cintanya adalah ajaran untuk menjadi manusia yang tawadhu menjauhi sikap takabur. Kekuasaan dan harta pusaka tak akan pernah membuat dirinya mabuk kepayang. Reputasi, gengsi dan prestasi tak pernah menjadikan dirinya teralienasi dan mengisolir diri dari pergaulan, apatah lagi memilih untuk menjadi manusia exclusive yang enggan dijamah kaum du’afa.
Pokoknya Jangan sombonglah!






















Discussion about this post