Hadist ini menunjukkan Suatu tindakan prefentif, agar setiap pribadi muslim mau berjuang menundukkan dirinya sendiri dari sifat Iblis yang membanggakan dirinya Karena apabila hati telah kita kuasai, suka mendengar nasihat dari siapapun, dan mau menghargai manusia dalam status bagaimanapun, akhirnya akan membawa diri kita kepada sikap mukhlisin, ikhlas dan tawadhu .
Hati yang mukhlis ini, akan terekspresikan dari tutur katanya yang sejuk menyejukkan. Bercandanya tidak berlebihan, dia menghindari dari ucapan tabarruj, jorok, vulgar dan kasar (karena takut akan menjebak pada lupa diri dan menyebabkan ada orang yang tersinggung), lagi pula orang yang rendah hati itu , akan terlihat dari bibirnya yang senantiasa merekah sebagai pantulan wajah yang tu’maninah, damai!
Tawadhu adalah sikap yang kontradiktif diametral dengan sikap takabur. Tawadhu memiliki jiwa yang hangat, sedangkan orang takabur dikuasai oleh jiwa amarah, dan emosinya membeku dari kebenaran, terjadi suatu proses yang disebut sebagai frozen emotional attitude. Tawadhu adalah jiwa yang lemah lembut, sangat berhati hati dan takut terperangkap dosa, sedangkan seorang mutakabbir adalah manusia yang mendongakkan kepalanya, pongah, angkuh dan merasa dirinya bebas, tidak sensitif pada nilai-nilai kebenaran, apalagi perasaan berdosa. Tawadhu senanatiasa merasa dirinya diawasi oleh sorotan video Ilahiyah, yang terus menerus merekam tingkah lakunya dari detik ke detik, sedangkan si Takabur merasa terbebas dari segala ikatan, dia merasa yang mempunyai power, segalanyya bisa diatur dengan kekuasaannya, mengecilkan arti dan kehadiran orang lain yang dia pandang lebih kecil dari status dirinya Tawadhu memilih kesedarhanaan, karena bagi dirinya sederhana itu indah dan mulia .
Sebaliknya, si Takabur mabuk pujian dan sanjungan. Cepat naik pitam apabila ada orang yang melebihinya, apalagi mencoba mengkritiknya. Walau demikian, jangan salah duga, mengira bahwa orang yang tawadhu itu mempunyai jiwa yang lemah, powerless, tak berdaya Tidak!. Justru dibalik kelembutan dan kehalusan ahlaknya itu, tersimpan suatu prinsip yang maha dahsyat, karena mereka mempunyai prinsip hidup yaitu , keras pendiran (istiqomah).tetapi lemah lembut dalam tindakan. Ketahuilah bahwa sikap syaitaniyah yang teruss menghembuskan hawa nafsu amarah itu, dimasukkan kedalam hati manusia dengan sangat halus. Setan tidak pernah dengan jantan menggoda manusia, dia adalah mahluk yang paling licik, licin dan penuh dengan tipu daya. Salah satu tipu dayanya adalah menyodorkan sebuah adagium yang sekilas kita anggap sangat logis, yaitu tidak lain daripada gengsi dan harga diri.
Sebab itulah, salah satu ajaran prilaku yang paling awal harus diperkenalkan kepada anak-anak kita adalah sikap tawadhu ini. Agar mereka mampu membuat balancing dalam kehidupannya, mau menghargai orang lain, dan sadar bahwa keberadaan dirinya adalah bernilai apabila dia mampu menjalin silaturrahmi, dan persahabatan dengan sesamanya, tanpa membeda-bedakannya.






















Discussion about this post