BERITAPERS || Lanrisang – Rabu, 4 Maret 2026. Permasalahan karies gigi atau gigi berlubang kembali menjadi sorotan serius dalam hasil pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di berbagai daerah di Indonesia. Penyakit kronis yang menyerang jaringan keras gigi ini tercatat sebagai salah satu temuan masalah kesehatan paling dominan, baik pada anak usia sekolah maupun kelompok lanjut usia (lansia).
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut masih perlu ditingkatkan. Karies gigi tidak hanya berdampak pada rasa nyeri dan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat menimbulkan infeksi, gangguan makan, hingga menurunkan kualitas hidup penderitanya. Pada anak-anak, karies yang tidak tertangani dapat mengganggu konsentrasi belajar dan pertumbuhan, sedangkan pada lansia dapat memperparah kondisi kesehatan secara umum.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Puskesmas Lanrisang di bawah kepemimpinan Kepala Puskesmas drg Bertha Yestiani, M.Kes, mengambil langkah komprehensif melalui pendekatan promotif, preventif, dan kuratif secara terpadu.
Dalam keterangannya, drg Bertha Yestiani, M.Kes menyampaikan bahwa tingginya angka karies gigi dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, di antaranya kurangnya kebiasaan menyikat gigi dengan teknik yang benar dan teratur, pola konsumsi makanan serta minuman tinggi gula, serta rendahnya kunjungan pemeriksaan gigi secara berkala.
“Masih banyak masyarakat yang menyikat gigi hanya sekadar rutinitas tanpa memahami teknik yang benar. Padahal, cara menyikat gigi yang tepat sangat menentukan efektivitas pembersihan plak dan sisa makanan yang menjadi penyebab utama karies,” jelasnya.
Sebagai langkah promotif dan preventif, Puskesmas Lanrisang secara intensif melaksanakan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di sekolah-sekolah, posyandu, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan. Edukasi yang diberikan mencakup praktik langsung cara menyikat gigi yang benar, anjuran menyikat gigi minimal dua kali sehari terutama setelah sarapan dan sebelum tidur, serta pentingnya membatasi konsumsi makanan manis dan lengket.
Selain itu, pihak puskesmas juga mendorong keterlibatan guru dan orang tua dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat pada anak sejak usia dini. Pendekatan lintas sektor ini dinilai penting untuk menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Di sisi kuratif, Puskesmas Lanrisang menyediakan layanan pemeriksaan dan tindakan medis bagi masyarakat yang telah mengalami karies. Tindakan yang dilakukan meliputi pembersihan jaringan karies, penambalan gigi untuk menghentikan proses kerusakan, serta pemberian fluoride guna memperkuat lapisan email gigi dan mencegah terbentuknya karies baru.
“Intervensi medis ini kami lakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Harapannya, kerusakan gigi tidak semakin parah dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman,” tambah drg Bertha.
Ia juga menegaskan bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus menjadi prioritas bersama.
Melalui penguatan edukasi, pelayanan medis yang optimal, serta partisipasi aktif masyarakat, Puskesmas Lanrisang berkomitmen untuk menekan angka kasus karies gigi di wilayah kerjanya. Diharapkan, dengan kesadaran yang terus meningkat, masyarakat dapat menjadikan perawatan gigi sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan. (MLP)










