Bulukumba – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba melaksanakan monitoring dan evaluasi Program Kampung Berkah melalui skema Zakat Community Development (ZCD) yang dirangkaikan dengan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), khususnya zakat pertanian, di Lingkungan Bontomangape, Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Bulukumba, H. Muhammad Yusuf Shandy.
Monitoring dilakukan untuk meninjau perkembangan pelaksanaan program, mengukur capaian manfaat bagi masyarakat, serta mengidentifikasi berbagai kendala sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan program.
H. Muhammad Yusuf Shandy mengatakan, monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting untuk memastikan Program Kampung Berkah berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat melihat secara langsung perkembangan program di lapangan, sekaligus mengevaluasi apa saja yang perlu diperbaiki. Harapan kami, Program Kampung Berkah ini benar-benar mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan mustahik untuk tumbuh menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan sosial.
“Program ini bukan hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian mustahik agar mampu berkembang secara ekonomi dan sosial,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Bulukumba, H. Kamaruddin, memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menunaikan zakat, infak, dan sedekah, khususnya zakat pertanian. Ia menilai potensi zakat pertanian di Kabupaten Bulukumba sangat besar dan perlu dioptimalkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Bulukumba memiliki potensi besar di sektor pertanian. Jika zakat pertanian dapat ditunaikan dengan baik, maka dampaknya akan sangat luas dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang harus terus kita dorong bersama,” ungkapnya.
H. Kamaruddin juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat agar penghimpunan dan pendistribusiannya lebih profesional, transparan, akuntabel, serta tepat sasaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk mempercayakan pengelolaan zakatnya melalui BAZNAS, sehingga dapat disalurkan secara tepat sasaran dan berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui kegiatan monitoring, evaluasi, dan sosialisasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Bulukumba berharap kualitas pelaksanaan Program Kampung Berkah terus meningkat sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, khususnya zakat pertanian.
Dengan demikian, program pemberdayaan berbasis zakat diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
RR





















Discussion about this post