• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Rabu, September 23, 2026
  • Login
Beritapers
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
Beritapers
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
Home Berita Terbaru Berita Opini

PAI Kontekstual di Sekolah: Bentangan Penerapan Pembelajaran Kontekstual pada Pembelajaran PAI di Sekolah: Kontekstual Minimal hingga Kontekstual Komprehensif. Maruki 2 Bagian (2)

Muh. Anwar by Muh. Anwar
29 Desember 2025
in Berita Opini
Reading Time: 3 mins read
0
PAI Kontekstual di Sekolah: Bentangan Penerapan Pembelajaran Kontekstual pada Pembelajaran PAI di Sekolah: Kontekstual Minimal hingga Kontekstual Komprehensif. Maruki 2 Bagian (2)
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

BeritaPers. Opini || Pembelajaran kontekstual sering dipahami secara sempit, seperti guru memberi contoh yang dekat dengan kehidupan siswa, lalu dianggap sudah kontekstual. Padahal, pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) bukan sekadar menempelkan ilustrasi sehari-hari pada materi. CTL merupakan desain strategi pembelajaran yang membantu peserta didik mengaitkan pengetahuan dengan konteks hidupnya sehingga pembelajaran menjadi bermakna, karena peserta didik memahami “untuk apa” dan “bagaimana digunakan” dalam situasi nyata. Rumusan ini sejalan dengan gagasan CTL sebagai proses yang membantu peserta didik menghubungkan materi dengan konteks kehidupan sehari-hari.

Pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), CTL memiliki urgensi khusus. PAI bukan hanya transfer pengetahuan (misalnya definisi akhlak atau rukun ibadah), tetapi pembentukan cara pandang dan kebiasaan. Tanpa konteks, PAI jadi hafalan normatif yang rapuh: benar dalam teks, tetapi lemah saat diuji dalam pergaulan, media sosial, dan pilihan hidup harian.

Agar Contextual Teaching and Learning realistis dengan kondisi sekolah sesuai target kurikulum, maka sebaiknya Langkah penerapannya:
1. Kontekstual Minimal: “Contextual Cueing” (Mengaitkan Makna); Tahap paling dasar yakni mengaitkan konsep PAI dengan situasi yang betul-betul dialami peserta didik. Misalnya, materi tabayyun tidak dibuka dengan definisi, tetapi dengan fenomena: berita kelas yang cepat menyebar di grup. Guru kemudian “memetakan” konsep: apa itu prasangka, ghibah, fitnah, klarifikasi, dan konsekuensi sosialnya. Pada level ini, CTL menguatkan meaning-making—peserta didik paham mengapa topik ini penting, bukan sekadar menghafal istilah. Pada tahap ini pula konteks hanya jadi “pemanis” di awal, lalu pembelajaran kembali ceramah penuh. Jika hal ini terjadi, maka Contextual Teaching and Learning belum berjalan sesungguhnya.

2. Kontekstual Menengah: Tugas Berbasis Situasi (Inkuiri + Questioning). Pada tahap ini, peserta didik tidak hanya mendengar konteks, tetapi memecahkan situasi dengan rujukan yang akurat. Guru menyiapkan kasus, pertanyaan pemandu, dan sumber materi (ayat/hadis/kaidah yang sesuai). Selanjutnya peserta ddik bekerja untuk menyusun klaim–bukti–alasan. Di sinilah dua komponen Contextual Teaching and Learning menjadi kunci: inquiri dan questioning. Peserta didik belajar menemukan dan menguji, bukan menerima jawaban. Komponen Contextual Teaching and Learning ini lazim dirumuskan sebagai bagian inti CTL. Beberapa contoh pokok bahasan PAI yang dapat digunakan pada strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning, seperti: (1) akhlak digital (tabayyun, adab komentar, menjaga kehormatan orang); (2) fikih ibadah dalam kondisi nyata (wudhu di sekolah dengan keterbatasan fasilitas; adab di musholla); muamalah sederhana (praktik jual beli online, transparansi, amanah).

3. Contekstual Kuat: “Learning Community” dan Pemodelan Perilaku; Contextual Teaching and Learning pada tahapan ini menuntut pembelajaran tidak hanya terjadi antara guru–peserta didik, tetapi juga melalui learning community—peserta didik belajar dari teman, kelompok, dan sumber lain yang relevan. Konsep ini sejalan dengan gagasan “masyarakat belajar” sebagai komponen Contextual Teaching and Learning, di mana hasil belajar diperoleh melalui kerja sama dengan orang lain, tidak semata dari guru. Melalui learning community dapat dibangun: (a) diskusi berbasis aturan (adab ikhtilaf, menghargai pendapat); (b) kolaborasi produk (panduan adab digital kelas, poster etika, standar operasional pelayanan kebersihan musholla); (c) keterlibatan pihak sekolah sebagai modeling, seperti guru menampilkan cara berargumen yang santun, cara merujuk dalil dengan tepat, dan cara mengakui kekeliruan.

Kontekstual Komprehensif: Refleksi dan Penilaian Autentik: Banyak pembelajaran PAI berhenti pada “tahu yang benar”, tetapi gagal dalam aspek “dapat dan mampu melakukan yang benar”. Contextual Teaching and Learning menutup celah ini melalui reflection dan authentic assessment—penilaian yang menilai performa nyata, bukan hanya jawaban pilihan ganda. Bentuk praktisnya pada pembelajaran PAI, seperti: jurnal refleksi (apa yang berubah dari cara pandang peserta didik), penilaian produk (kode etik kelas, prosedur adab, rencana aksi), observasi perilaku (misalnya adab antre wudhu, adab komentar pada simulasi), rubrik argumentasi.
Dengan demikian penerapan strategi pembelajaran kontekstual pada pembelajaran PAI dapat mengembalikan PAI ke fungsi utamanya, yakni: membentuk pemahaman yang bermakna dan berperilaku yang bertanggung jawab. Bentangan penerapannya dapat dilihat dari mengaitkan makna, membangun tugas berbasis situasional, menguatkan learning community dan modeling, hingga refleksi yang didukung penilaian autentik.

Terima kasih, Allahu a’lam bissawab.

Penulis : Dr. Usman, M.Pd
Dosen Prodi PAI FTK UINAM, Ketua Prodi PPG

Post Views: 80

Anda Mungkin Menyukai Berita ini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

19 September 2026
Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

17 September 2026
Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

13 September 2026
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

13 September 2026
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

19 Agustus 2026
Tags: Berita OpiniBerita PersFTK UINAM
Muh. Anwar

Muh. Anwar

Dr. Muh. Anwar HM, S.Ag., M.Pd adalah seorang dosen & praktisi pendidikan, CEO ITMT Indonesia, Ketua Program Studi Manajemen di STIMI YAPMI Makassar, beliau seorang penulis, public speaker, hypnoterapist & trainer hypnoteaching, telah melakukan berbagai penelitian di bidang Hipnoteaching dan telah mempublikasikan hasilnya di jurnal nasional dan internasional. Dengan dedikasi dan kontribusinya, Muh. Anwar HM menjadi salah satu dosen yang berpengaruh di UIN Alauddin Samata dengan spesialisasi  di bidang Manajemen Pendidikan,  hypnoteaching, hypnoteraphy dan public speaking yang diakui secara nasional. Beliau terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Indonesia, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Related Posts

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang
Berita Opini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

by Kilang
4 hari ago
0

BeritaPers || Jangan ukur sebuah pendakian hanya dari seberapa tinggi gunung yang ditaklukkan. Sebab, tidak semua perjalanan harus berakhir di ketinggian ribuan meter untuk memberikan pengalaman yang berarti....

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM
Berita Opini

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

by Kilang
6 hari ago
0

BeritaPers || Saya sering sekali mendengar dan membaca keluhan dari beberapa guru dan dosen terkait beban adminstrasi yang mereka harus jalani dalam pelaksanaan tugas mereka. Sebutlah tugas menyiapkan...

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

1 minggu ago
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

1 minggu ago
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

1 bulan ago
Load More

Related News

Bupati Takalar Pimpin Rapat Persiapan Satgas Safari Ramadhan

Bupati Takalar Pimpin Rapat Persiapan Satgas Safari Ramadhan

3 Maret 2025
Aliyah Mustika Ilham Hadir di WLA Extravaganza, BPOM RI Rayakan Pengakuan WHO

Aliyah Mustika Ilham Hadir di WLA Extravaganza, BPOM RI Rayakan Pengakuan WHO

30 Januari 2026
PKB Dukung Appi Tata Makassar, Relokasi PKL Tak Hilangkan Mata Pencaharian

PKB Dukung Appi Tata Makassar, Relokasi PKL Tak Hilangkan Mata Pencaharian

10 Februari 2026

Browse by Category

  • Artikel
  • Berita Budaya
  • Berita Cuaca
  • Berita Daerah
  • Berita Desa
  • Berita Dunia
  • Berita Ekonomi
  • Berita Foto
  • Berita Hankam
  • Berita Hiburan
  • Berita Hukum
  • Berita Kampus
  • Berita Kesehatan
  • Berita Kota
  • Berita Kriminal
  • Berita Nasional
  • Berita Olahraga
  • Berita Opini
  • Berita Pemerintahan
  • Berita Pendidikan
  • Berita Peristiwa
  • Berita Polisi
  • Berita Politik
  • Berita Ragam
  • Berita Religi
  • Berita Seremonial
  • Berita Sorot
  • Berita Sosbud
  • Berita Terbaru
  • Berita TNI
  • Berita Video
  • Breaking News
  • Business
  • Crypto
  • English News
  • Finance
  • Galeri
  • Health
  • International
  • Investing
  • Market
  • Movie
  • News
  • Newsbeat
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pedoman Siber
  • Politics
  • Protest
  • Space
  • Stories
  • Tajuk Utama
  • Technology
  • Trending Topik
  • Women
  • World
Beritapers

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Navigate Site

  • Blog
  • Checkout
  • Disclaimer
  • Elementor
  • Home
  • Home – العربية
  • Home 7
  • Indeks Berita
  • Keranjang
  • Kode Etik
  • Kode Etik Perilaku
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Sitemap_news
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Terms of Service

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Redaksi
  • Kode Etik Perilaku
  • Kode Etik
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?