BERITAPERS || PAREPARE – Kepolisian Resor (Polres) Parepare menggelar Press Release hasil pelaksanaan Operasi Pekat Lipu 2026 di Aula Mapolres Parepare, Senin (27/07/2026). Dalam operasi yang berlangsung selama 20 hari, sejak 6 hingga 25 Juli 2026 tersebut, Polres Parepare berhasil menuntaskan seluruh Target Operasi (TO) serta mengungkap belasan kasus non-TO sebagai bentuk komitmen menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.
Operasi Pekat Lipu 2026 menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat, seperti pencurian, begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), peredaran minuman keras (miras), kepemilikan senjata tajam (sajam), perjudian sabung ayam, premanisme, hingga tindak kekerasan yang meresahkan masyarakat.
Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yudha, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa selama pelaksanaan operasi, jajarannya berhasil mengungkap 21 kasus dengan mengamankan 25 orang tersangka.
“Pada Operasi Pekat Lipu ini, kami menetapkan empat kasus sebagai Target Operasi (TO), dan alhamdulillah seluruhnya berhasil diungkap 100 persen. Keempat TO tersebut merupakan perkara yang menjadi perhatian publik,” ujar AKBP Indra Waspada Yudha di hadapan awak media.
Salah satu Target Operasi yang berhasil diungkap adalah kasus pengeroyokan yang sempat viral di media sosial di wilayah Kota Parepare. Dalam perkara tersebut, polisi berhasil mengamankan tiga orang tersangka.
Selain menyelesaikan seluruh Target Operasi, Polres Parepare juga mengungkap 17 kasus non-TO dengan 21 tersangka. Rinciannya meliputi sembilan kasus peredaran minuman keras yang telah diproses melalui Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan berkekuatan hukum tetap (inkrah), tiga kasus pencurian, dua kasus penganiayaan, satu kasus kepemilikan senjata tajam, satu kasus perjudian sabung ayam, serta satu kasus kekerasan bersama terhadap anak di bawah umur.
Dalam kesempatan tersebut, Polres Parepare juga memamerkan berbagai barang bukti hasil sitaan selama Operasi Pekat Lipu 2026. Barang bukti yang ditampilkan meliputi tiga unit sepeda motor, sejumlah senjata tajam, uang tunai, serta perlengkapan dan arena sabung ayam berikut bangkai maupun kaki ayam yang diamankan dari lokasi penggerebekan.
Kapolres menjelaskan bahwa keberhasilan operasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polres Parepare yang mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif secara profesional. Selain melakukan penegakan hukum, personel juga aktif melaksanakan patroli, razia, serta memberikan edukasi kepada masyarakat guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas.
“Keberhasilan ini tidak membuat kami berpuas diri. Polres Parepare akan terus meningkatkan patroli, penegakan hukum, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Dukungan masyarakat sangat penting agar situasi kamtibmas di Kota Parepare tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegas AKBP Indra Waspada Yudha.
Ia juga menambahkan bahwa penjelasan lebih rinci mengenai kronologi, modus operandi, serta proses penanganan masing-masing perkara akan dipaparkan lebih lanjut oleh Kasat Reskrim Polres Parepare.
Dengan berakhirnya Operasi Pekat Lipu 2026, Polres Parepare menegaskan komitmennya untuk terus memberantas berbagai bentuk penyakit masyarakat melalui penegakan hukum yang tegas, terukur, dan berkesinambungan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Kota Parepare. (MLP)






















Discussion about this post