WAETUOE, LANRISANG — Semangat kemerdekaan terasa semakin hidup di Desa Waetuoe, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang. Di tengah riuh sorakan penonton dan ketatnya persaingan turnamen sepak bola dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Tim Kesehatan Puskesmas Lanrisang hadir dengan penuh kesiapsiagaan memberikan pelayanan kesehatan kepada pemain maupun masyarakat yang menyaksikan pertandingan.
Kehadiran tenaga kesehatan di sisi lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman, tertib dan nyaman. Para petugas tidak hanya bersiaga mengantisipasi cedera yang dialami pemain, tetapi juga memberikan pertolongan kepada penonton maupun masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan selama pertandingan berlangsung.
Dalam memberikan pelayanan di lapangan, Tim Kesehatan Puskesmas Lanrisang juga mendapat dukungan dari Staf Trantib Kecamatan Lanrisang, Hamsah Hamma, yang senantiasa membantu tim medis ketika terdapat pemain yang mengalami keseleo, salah urat maupun keluhan fisik lainnya saat bertanding.
Hamsah Hamma turut memberikan penanganan awal sesuai kemampuannya dan berkoordinasi dengan tim kesehatan Puskesmas Lanrisang. Kehadiran tersebut menjadi bentuk kepedulian aparatur kecamatan terhadap keselamatan dan kenyamanan para peserta Porseni.
Kolaborasi tersebut menjadi pemandangan tersendiri di tengah pertandingan. Saat pemain harus berjuang mengejar bola dan mempertaruhkan tenaga demi timnya, petugas kesehatan bersama Hamsah Hamma tetap siaga di pinggir lapangan, menunggu setiap kemungkinan yang membutuhkan pertolongan.
Bagi para pemain, keberadaan mereka bukan sekadar memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bahwa setiap perjuangan di lapangan tetap mendapat perhatian dan kepedulian.
Kepala Puskesmas Lanrisang, drg. Bertha Yestiani, M.Kes., menegaskan bahwa kehadiran tim kesehatan dalam kegiatan Porseni merupakan bagian dari komitmen Puskesmas Lanrisang untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di mana pun mereka membutuhkan.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh peserta dan masyarakat yang mengikuti kegiatan ini merasa aman. Ketika terjadi cedera atau ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan, tim kami siap memberikan pelayanan secepat mungkin,” ujar drg. Bertha.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang ikut membantu menjaga kesehatan dan keselamatan peserta selama kegiatan berlangsung.
“Pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan di dalam gedung Puskesmas. Di mana masyarakat berkegiatan dan membutuhkan pelayanan, di situlah kami harus hadir. Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang ikut membantu, termasuk Staf Trantib Kecamatan Lanrisang yang turut mendukung pelayanan di lapangan,” ungkapnya.
Menurut drg. Bertha, kegiatan olahraga seperti turnamen sepak bola memiliki nilai positif dalam membangun kebersamaan, sportivitas dan pola hidup sehat. Namun, aspek keselamatan tetap harus menjadi perhatian karena aktivitas fisik yang cukup tinggi juga memiliki risiko cedera.
Karena itu, kesiapsiagaan petugas kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap pertandingan. Pemain yang mengalami cedera dapat segera mendapatkan pertolongan awal, sementara kondisi kesehatan penonton juga tetap mendapat perhatian.
Kehadiran Tim Kesehatan Puskesmas Lanrisang bersama Staf Trantib Kecamatan Lanrisang Hamsah Hamma memperlihatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui kerja sama dan kepedulian sederhana di tengah kegiatan masyarakat.
Di balik kerasnya persaingan di lapangan, terdapat tangan-tangan yang siap membantu ketika seorang pemain terjatuh. Di balik sorak-sorai kemenangan, ada petugas yang tetap berjaga memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pertolongan.
Porseni HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Waetuoe akhirnya tidak hanya menjadi panggung bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan dan sportivitas, tetapi juga menjadi ruang bagi aparatur pemerintah dan tenaga kesehatan untuk menunjukkan pengabdian nyata kepada masyarakat.
Sebab kemerdekaan bukan hanya tentang merayakan kemenangan, tetapi juga tentang hadir untuk sesama—memberikan rasa aman, kepedulian dan pertolongan ketika dibutuhkan. (MLP)






















Discussion about this post