• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Kamis, September 24, 2026
  • Login
Beritapers
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
Beritapers
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
Home Berita Terbaru Berita Opini

Sekolah Rakyat Dan Sekolah Garuda: Menambal Ketimpangan Atau Menambah Masalah?

Muh. Anwar by Muh. Anwar
15 Juli 2025
in Berita Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Sekolah Rakyat Dan Sekolah Garuda: Menambal Ketimpangan Atau Menambah Masalah?
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

BeritaPers. Opini – Selain program makan  bergizi gratis untuk siswa, presiden Prabowo juga mengagas program di ranah pendidikan, yaitu Sekolah Rakyat (SR) dan Sekolah Garuda melalui kebijakan kementerian pendidikan Indonesia Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Soemantri Brodjonegoro yang mana telah mengungkapkan suatu rencana pembangunan sekolah yaitu Sekolah Rakyat (SR) dan Sekolah Garuda (SG), yang di mana Sekolah rakyat ini di peruntukkan untuk kalangan peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu dan di bawah pengelolaan kementerian sosial (kemensus) yang bekerja sama dengan kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (kemendiktisaintek).

Tujuan dari sekolah rakyat menurut menteri pendidikan yaitu memberikan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak miskin dan terutama miskin ekstrem dengan harapan mampu memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang mana sekolah rakyat ini terdiri dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Di mana konsep yang direncanakan  pada sekolah rakyat ini adalah sistem asrama (Boarding School) dan sekolah ini ditargetkan mencapai 200 sekolah dan direncanakan mulai di uji coba pada bulan Juli 2025.

Sedangkan pada Sekolah Garuda (SG) sendiri diperuntukkan kepada anak-anak yang berprestasi dan memiliki akademik yang tinggi, berbeda halnya dengan Sekolah Rakyat sekolah ini hanya pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) yang bertaraf internasional dengan fokus utama pada pengembangan kompetensi dalam bidang Science, Technology, Engineering, and Mathenmatics (STEM) bertujuan untuk mampu mencetak generasi muda Indonesia yang unggul dan siap bersaing di tingkat global, dan meningkatkan peluang siswa untuk diterima di Universitas ternama di luar negeri, ucap wakil menteri pendidikan Tinggi, Sains ,dan Teknologi Stella Christie, terlepas dari kedua program ini banyak yang menuai  pro kontra terhadap kebijakan tersebut mengapa demikian, menurut penulis sendiri ada beberapa hal yang mesti dilihat dari kacamata historis mengenai kebijakan ini

Pertama: membuka celah korupsi, jika kita melihat kejadian-kejadian sebelumnya pendidikan hanya di jadikan sebagai wadah untuk melakukan tindakan korupsi yang hanya merugikan negara, seperti  kasus  sebelumnya yang mana kementerian pendidikan sebelumnya yaitu Nadiem Makarim di periksa oleh Kejaksaan Agung (kejagung) karena adanya indikasi korupsi terhadap pengadaan alat penunjang belajar yaitu laptop yang berbasis sistem operasi choreme (Chromebook) yang di rekomendasikannya dan anggaran yang digelontorkan dalam proyek pengadaan ini bukan kaleng-kaleng berkisar Rp 9,9 Triliun.

Sebenarnya kementerian sekarang bisa merefleksi proyek Sekolah Rakyat (SR) ini karena data menujukan sektor pendidikan tak pernah keluar dari posisi lima besar kasus korupsi, melihat anggaran dana Sekolah Rakyat (SR) ini lumayan besar karena di perkirakan dalam satu sekolah itu anggaran dana diberikan sebanyak Rp 150 Miliar di kali dengan 200 sekolah maka di butuhkan dana sekitar Rp.30 Triliun.  Hal-hal seperti inilah yang bisa menjadi lahang korupsi jika pengelolaannya tidak transparan, akuntabel dan kredibel tapi lebih baiknya perlu dipertimbangkan secara mendalam  terkait hal ini sejarah negara kita  sebenarnya telah memberikan kita pelajaran secara nyata akan apa yang kita perbuat untuk ke depannya, tugas kita Cuma bagaimana bisa mengambil pelajaran serta merefleksi hal tersebut  agar kita tidak jatuh di lubang yang sama.

Kedua: berpotensi munculnya tidak pastian pendidikan bagi para murid, melihat nasib murid di sekolah Rakyat akan rentan jika terjadi pergantian kepemimpinan politik yang selalu berganti kebijakan. Ketiga: berpotensi memunculkan pendidikan  Diskriminasi terhadap dunia pendidikan, menjadikan pendidikan sebagai institusi yang ekslusif, di mana aksesnya hanya  kalangan tertentu, serta labelisasi dan stigmatisasi yang negatif  di antara siswa.

Pengotak-ngotakan pendidikan ini, sangat berpotensi menimbulkan stigmatisasi, diskriminasi baru, serta memperparah kesenjangan dan sosial di kalangan masyarakat, ini membawa kita kepada kebijakan pendidikan di era kolonial sejak dimulainya Politik Etis pada tahun1901 sekolah untuk kaum Pribumi dan kaum bangsawan.  seperti untuk sekolah kaum pribibumi ada Sekolah Desa (Volkschool), Schakel School, dan Sekolah Kelas II (Twede School) sedangkan untuk golongan kaum bangsawan seperti Sekolah kelas 1 (Eerste School, ES), Hollandsch Inlandsche School (HIS), Opleiding School Vor Inlandse Ambtenaren (OSVIA), Europeeshe Lagere School (ELS), Meer Uitgebreind Lager Onderwijs (MULO), dan Algemeene Middelbare School (AMS). Di sini kita bisa melihat kesenjangan pendidikan yang terjadi pada era kolonial di mana kaum pribumi hanya mendapatkan pendidikan yang sangat terbatas dan kurikulumnya sederhana. berbeda halnya dengan golongan bangsawan mendapat pengajaran yang lebih dari pemerintah kolonial belanda pada saat itu.

Terus apa jawaban atas segala problematika di atas? Sebenarnya dari awal program yang di gagas oleh bapak Presiden Prabowo, menurut penulis ini sudah menimbulkan banyak permasalahan, yang mana programnya  memberikan makanan bergizi gratis buat para siswa. Coba program awalnya memberikan pendidikan gratis buat para anak- anak yang kurang mampu mungkin lebih bagus dan meminimalisir anggaran APBN yang di keluarkan, jika kita bandingkan dampak negatif dari program makan gratis salah satunya adalah menambah sampah plastik.

Jadi daripada menghabiskan triliunan rupiah untuk program  sekolah rakyat dan sekolah garuda  ini yang belum tentu terbukti, seharusnya anggarannya di gunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah utama pendidikan, seperti putus sekolah, penahanan ijazah, sekolah rusak, perpustakaan, dan lapangan olahraga yang minim dan yang paling utama mensejahterakan  tenaga pengajar yang masih  banyak yang belum sejahtera.

Anda Mungkin Menyukai Berita ini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

19 September 2026
Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

17 September 2026
Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

13 September 2026
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

13 September 2026
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

19 Agustus 2026

Penulis : M. Fajri
Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab dan Humaniora
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar

Post Views: 234
Tags: Berita Opini
Muh. Anwar

Muh. Anwar

Dr. Muh. Anwar HM, S.Ag., M.Pd adalah seorang dosen & praktisi pendidikan, CEO ITMT Indonesia, Ketua Program Studi Manajemen di STIMI YAPMI Makassar, beliau seorang penulis, public speaker, hypnoterapist & trainer hypnoteaching, telah melakukan berbagai penelitian di bidang Hipnoteaching dan telah mempublikasikan hasilnya di jurnal nasional dan internasional. Dengan dedikasi dan kontribusinya, Muh. Anwar HM menjadi salah satu dosen yang berpengaruh di UIN Alauddin Samata dengan spesialisasi  di bidang Manajemen Pendidikan,  hypnoteaching, hypnoteraphy dan public speaking yang diakui secara nasional. Beliau terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Indonesia, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Related Posts

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang
Berita Opini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

by Kilang
4 hari ago
0

BeritaPers || Jangan ukur sebuah pendakian hanya dari seberapa tinggi gunung yang ditaklukkan. Sebab, tidak semua perjalanan harus berakhir di ketinggian ribuan meter untuk memberikan pengalaman yang berarti....

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM
Berita Opini

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

by Kilang
6 hari ago
0

BeritaPers || Saya sering sekali mendengar dan membaca keluhan dari beberapa guru dan dosen terkait beban adminstrasi yang mereka harus jalani dalam pelaksanaan tugas mereka. Sebutlah tugas menyiapkan...

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

1 minggu ago
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

2 minggu ago
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

1 bulan ago
Load More

Related News

Bangun Sinergi Pemuda Dan TNI, Dandim 1404/Pinrang Terima Audiensi HMI Cabang Pinrang

Bangun Sinergi Pemuda Dan TNI, Dandim 1404/Pinrang Terima Audiensi HMI Cabang Pinrang

23 Juli 2025
LIDIK PRO Pinrang Dukung Pemeliharaan Rutin Jalan Dinas PU Melalui Mekanisme Swakelola

LIDIK PRO Pinrang Dukung Pemeliharaan Rutin Jalan Dinas PU Melalui Mekanisme Swakelola

23 September 2026
Puncak Bakti Kesehatan Serentak Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sulsel Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

Puncak Bakti Kesehatan Serentak Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sulsel Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

23 Juni 2026

Browse by Category

  • Artikel
  • Berita Budaya
  • Berita Cuaca
  • Berita Daerah
  • Berita Desa
  • Berita Dunia
  • Berita Ekonomi
  • Berita Foto
  • Berita Hankam
  • Berita Hiburan
  • Berita Hukum
  • Berita Kampus
  • Berita Kesehatan
  • Berita Kota
  • Berita Kriminal
  • Berita Nasional
  • Berita Olahraga
  • Berita Opini
  • Berita Pemerintahan
  • Berita Pendidikan
  • Berita Peristiwa
  • Berita Polisi
  • Berita Politik
  • Berita Ragam
  • Berita Religi
  • Berita Seremonial
  • Berita Sorot
  • Berita Sosbud
  • Berita Terbaru
  • Berita TNI
  • Berita Video
  • Breaking News
  • Business
  • Crypto
  • English News
  • Finance
  • Galeri
  • Health
  • International
  • Investing
  • Market
  • Movie
  • News
  • Newsbeat
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pedoman Siber
  • Politics
  • Protest
  • Space
  • Stories
  • Tajuk Utama
  • Technology
  • Trending Topik
  • Women
  • World
Beritapers

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Navigate Site

  • Blog
  • Checkout
  • Disclaimer
  • Elementor
  • Home
  • Home – العربية
  • Home 7
  • Indeks Berita
  • Keranjang
  • Kode Etik
  • Kode Etik Perilaku
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Sitemap_news
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Terms of Service

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Redaksi
  • Kode Etik Perilaku
  • Kode Etik
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?