Beritapers.com.Makassar.Tidur siang singkat ternyata bisa membuat otak lebih cerdas. Studi terbaru yang dipublikasikan di PLOS Biology (2025) oleh Universitas Hamburg menemukan bahwa tidur siang selama 20–30 menit, khususnya yang mencapai fase tidur N2 (ringan–sedang), mampu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah hingga 50 persen.
Dalam penelitian tersebut, 86 persen peserta yang tidur siang 20 menit berhasil menyelesaikan tugas pola tersembunyi, dibandingkan dengan hanya 56 persen pada kelompok yang tidak tidur siang. Fase tidur N2 ditandai dengan melambatnya aktivitas otak dan munculnya sleep spindles yang mendukung memori dan pembelajaran.
Selain itu, riset lain yang diterbitkan di Journal of Sleep Research pada 2025 menemukan bahwa tidur siang sekitar 2 jam (hingga mencapai fase REM) membuat peserta mampu memecahkan teka-teki yang sebelumnya tidak bisa mereka selesaikan.
Namun, para pakar menekankan bahwa tidur siang ideal untuk pekerja atau pelajar adalah sekitar 20 menit, karena durasi ini cukup untuk menyegarkan otak tanpa menimbulkan rasa pusing atau “sleep inertia” saat bangun. Sementara tidur siang lebih panjang (1–2 jam) sebaiknya dilakukan hanya bila benar-benar memiliki waktu luang, misalnya di akhir pekan.
Menariknya, studi lain yang dipublikasikan di Neurology (2025) memperingatkan bahwa kantuk berlebih di siang hari, terutama pada lansia, dapat menggandakan risiko demensia. Artinya, tidur siang bermanfaat bila dilakukan dengan durasi yang tepat, namun bila kebutuhan tidur siang meningkat drastis bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan otak.
Tidur siang terbaik bagi orang dewasa sehat adalah sekitar 20 menit di siang hari. Kebiasaan ini membantu menjaga konsentrasi, daya ingat, serta kesehatan otak dalam jangka panjang.
(Marda)










