Opini. BeritaPers//Rasulullah suatu saat bersabda; “Berbahagialah wahai orang-orang aneh.” Ucapan ini tentu saja tidak ditujukan kepada mereka saja, akan tetapi yang dimaksud orang aneh dalam pandangan Islam ialah mereka yang mampu melakukan perbaikan secara Qur’ani dan secara Sunnah.
Mereka yang mampu menebarkan benih-benih akhlaq yang mulia, sebagaimana Rasulullah mendefinisikannya bahwa Al Ghuraba itu ialah. Mereka yang secara konsisten menjadi pelopor untuk melakukan perbaikan akhlaq, di tengah-tengah manusia yang dekaden (rusak akhlaknya).
Al-Ghuroba adalah seorang pelopor dalam menegakkan kebenaran, he is the real man, the real hero. kebenaran walau di depan matanya menghadang pedang yang terhunus. Karena diliatinya sudah terhunjam rasa cinta yang mendalam kepada Tuhannya.
Ketika manusia sudah merasa asing dengan agamanya sendiri, ketika manusia sudah kehilangan jati dirinya yang Islami. Al-Ghuraba datang menawarkan pelita kesejukan yang memberikan jalan terang bagi manusia untuk meniti cara hidup yang benar. Bisa jadi mereka ini melawan arus kebiasaan, sebuah perilaku sosial yang mungkin dianggap telah melembaga.
Ketika seorang direktur sebuah perusahaan mengawali rapat para eksekutifnya, dengan mengajak membaca basmalah, bisa jadi direktur itu disebut sebagai orang aneh.






















Discussion about this post