Beritapers.Makassar — Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa menunjukkan komitmen seriusnya dalam mengakselerasi transformasi layanan kesehatan di tingkat masyarakat. Dinas Kesehatan Gowa memulai kegiatan advokasi yang melibatkan seluruh elemen kunci operasional fasilitas kesehatan terkecil. Jumat (7/11/2025).
Kegiatan advokasi ini berfokus pada Pengelolaan Pustu (Puskesmas Pembantu) dan Posyandu sebagai bagian integral dari program transformasi layanan primer nasional. Pilihan lokasi di Hotel Golden Tulip Essential Makassar menunjukkan keseriusan Gowa dalam meningkatkan kapasitas pengelola layanan.
Acara strategis ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari penuh, yakni mulai 5 November hingga Jumat, 7 November 2025. Periode ini diharapkan cukup untuk menghasilkan kesepakatan dan langkah nyata di lapangan.
Fokus utama acara ini adalah mengadvokasi dan menguatkan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal). Pokjanal yang solid adalah kunci keberhasilan di tingkat desa.
Kelompok kerja ini melibatkan kolaborasi erat antara Posyandu, Puskesmas, Tim Penggerak PKK, dan mitra terkait lainnya, guna memastikan sinergi kerja yang optimal dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran Pustu dan Posyandu sebagai garda terdepan. Institusi inilah yang paling dekat dan mengetahui kondisi kesehatan riil masyarakat.
“Posyandu dan Pustu adalah garda terdepan kita dalam mewujudkan layanan kesehatan yang preventif dan promotif,” ujar Kepala Dinas Kesehatan. Ia menegaskan, layanan harus diubah dari sekadar mengobati menjadi fokus pada pencegahan dan promosi kesehatan.
“Melalui kegiatan advokasi ini, kami ingin memastikan sinergi antara Puskesmas, Posyandu, dan TP PKK berjalan optimal,” tambahnya, menyoroti bahwa PKK adalah mitra strategis yang memiliki akses langsung ke unit keluarga.
Haris sapaan akrabnya juga menambahkan bahwa kunci keberhasilan transformasi layanan primer terletak pada penguatan institusi di tingkat desa. Penguatan ini mencakup aspek SDM, sarana, dan tata kelola administrasi.
“Dengan tata kelola Pustu dan Posyandu yang terintegrasi dan didukung penuh oleh PKK sebagai mitra vital, kita dapat melakukan deteksi dini masalah kesehatan dan meningkatkan indikator kesehatan masyarakat secara merata di Gowa,” tegasnya, menunjukkan harapan besar terhadap hasil advokasi ini.
Melalui penyamaan persepsi dan peningkatan kapasitas Pokjanal yang solid ini, Dinas Kesehatan Gowa berharap pengelolaan fasilitas kesehatan desa menjadi lebih efektif, akuntabel, dan mampu merespons kebutuhan kesehatan masyarakat secara cepat dan tepat.
(Rafi)





















Discussion about this post