BERITAPERS || Parepare – Sabtu, 28 Maret 2026 Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan solar mulai dikeluhkan warga di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Di tengah kondisi tersebut, aktivitas pengisian BBM di SPBU 74.91152 yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman justru menuai sorotan tajam.
Ketua Lidik Pro Maros, Ismar, SH. mempertanyakan adanya dugaan aktivitas tidak wajar dalam distribusi BBM di SPBU tersebut, yang dinilai perlu segera ditindaklanjuti.
“Ada apa sebenarnya di SPBU ini? Di saat masyarakat mengeluhkan krisis BBM, justru ada indikasi aktivitas pengisian yang tidak biasa,” tegasnya.
Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan warga yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut kondisi krisis BBM sudah dirasakan masyarakat, khususnya untuk jenis Pertalite dan solar.
“Sekarang ini krisis BBM, Pertalite dan solar susah didapat. Tapi kami lihat ada kendaraan yang isi berulang-ulang, diduga untuk dijual kembali,” ungkapnya.
Menurutnya, aktivitas tersebut menimbulkan kecurigaan karena tidak sejalan dengan kondisi di lapangan, di mana masyarakat umum justru kesulitan mendapatkan BBM subsidi.
Menanggapi hal itu, Lidik Pro mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap distribusi BBM di SPBU tersebut, termasuk sistem pengawasan internal.
“Kami minta transparansi penuh. Rekaman CCTV harus dibuka untuk memastikan tidak ada praktik pelangsiran atau penyalahgunaan BBM,” lanjut Maris Ismar.
Selain itu, Aparat Penegak Hukum (APH) diminta segera turun tangan melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran dugaan yang beredar di tengah masyarakat.
Masyarakat pun berharap pihak Pertamina segera memberikan klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas, sekaligus memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU 74.91152 maupun pihak Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. (**)










