BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG — Sebanyak 128 siswa kelas X dan XI UPT SMAN 10 Pinrang mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Tahun 2026 yang dilaksanakan selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan sekaligus persyaratan bagi siswa untuk bergabung dalam organisasi ekstrakurikuler di lingkungan sekolah. LDKS juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, serta jiwa kepemimpinan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan pada Jumat, 28 Agustus 2026, yang disampaikan oleh Hj. Ida Riliani, SE., M.Pd.
Selanjutnya, pada Sabtu, 29 Agustus 2026, peserta mendapatkan pembekalan mental keimanan dan ketakwaan yang disampaikan Ayyuddin, S.Pd., Gr., kemudian dilanjutkan dengan materi kepemimpinan oleh Hermawan, S.Pd., Gr.
Memasuki Minggu, 30 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan materi Pengetahuan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang diberikan oleh Kapolsubsektor Lanrisang, IPDA Irwan Asmadi, SE serta materi public speaking yang disampaikan Muh. Akbar E. Sos., CPS.
Kepala UPT SMAN 10 Pinrang Hj. lda Riliani,SE.,M.Pd mengatakan, LDKS merupakan bagian penting dalam proses pembinaan siswa, khususnya dalam mempersiapkan mereka menjadi generasi yang memiliki kemampuan memimpin dan bertanggung jawab.
“LDKS ini bukan hanya tentang bagaimana siswa menjadi pemimpin dalam organisasi, tetapi bagaimana mereka mampu membangun karakter, disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, dan menjadi teladan bagi lingkungan di sekitarnya,” ujar Hj. lda Riliani.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun ketika berada di tengah masyarakat.
Sementara itu, Humas UPT SMAN 10 Pinrang, Arfah Anwar, S.Ag., menambahkan bahwa materi yang diberikan dalam LDKS disusun untuk memberikan bekal yang komprehensif kepada peserta.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Materi yang diberikan bukan sekadar teori, tetapi menjadi bekal bagi siswa untuk lebih percaya diri, disiplin, mampu berkomunikasi dan menjalankan tanggung jawab ketika aktif dalam organisasi,” jelas Arfah Anwar.
Ia menambahkan, keterlibatan siswa dalam organisasi merupakan salah satu wadah untuk mengembangkan potensi, kreativitas dan kemampuan sosial mereka.
“Organisasi sekolah menjadi ruang bagi siswa untuk belajar mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, membangun kekompakan dan menghargai perbedaan. Karena itu, nilai-nilai yang diperoleh dalam LDKS diharapkan terus diterapkan setelah kegiatan berakhir,” tambahnya.
Pelaksanaan LDKS Tahun 2026 tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen UPT SMAN 10 Pinrang dalam memperkuat pendidikan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.
Dengan diikuti 128 siswa, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader organisasi sekolah yang memiliki integritas, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, rasa tanggung jawab dan jiwa kepemimpinan.
LDKS pada akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan pembekalan bagi calon anggota organisasi, tetapi juga menjadi proses pendidikan karakter untuk mempersiapkan generasi muda yang mampu memimpin, bekerja sama dan memberikan kontribusi positif bagi sekolah maupun masyarakat. (MLP)






















Discussion about this post