RUU yang Tak Kunjung Selesai: Bukti Negara Tak Peduli
RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga sudah bertahun-tahun mengendap di DPR. RUU Perampasan Aset koruptor juga mandek. Ini bukan soal teknis legislasi—ini soal kemauan politik.
Ketika DPR bisa dengan cepat mengesahkan Undang-Undang yang menguntungkan investor, tapi lamban saat menyangkut nasib rakyat, kita tahu siapa yang sebenarnya mereka layani.
Kita harus berhenti berharap pada niat baik penguasa. Kita harus mulai memaksa. Karena sejarah perubahan tidak pernah datang dari kemurahan hati penguasa, tapi dari tekanan rakyat yang tidak lagi mau diam.
Waktunya Menyatukan Barisan
May Day bukan hanya hari libur nasional. Ia adalah simbol perlawanan. Ia adalah peringatan bahwa hak-hak buruh tidak pernah diberikan secara cuma-cuma—ia harus direbut.
Saatnya serikat-serikat buruh menyatukan kekuatan. Bukan hanya turun ke jalan satu hari, lalu kembali bekerja di bawah tekanan. Tapi membangun gerakan yang berkelanjutan, militan, dan tak tergoyahkan.
Kita harus menolak normalisasi ketidakadilan. Menolak kompromi dengan sistem yang korup. Menolak dijadikan objek eksploitasi demi pertumbuhan ekonomi yang hanya menguntungkan segelintir elite.
Karena kalau kita tidak melawan hari ini, anak cucu kita akan mewarisi perbudakan yang sama.










