Contoh Kasus Unik: Eka adalah seorang perfectionist akut. Setiap kali dia membuat sedikit kesalahan dalam tugas (misalnya, salah format margin), dia langsung dilanda kecemasan yang melumpuhkan, membuatnya tidak bisa melanjutkan pekerjaan selama berjam-jam. Eka mulai menerapkan “Waktu Cemas Terstruktur”:
Dia hanya boleh mengkhawatirkan kesalahannya selama 15 menit setiap hari pada jam 4 sore. Setelah 15 menit itu, ia harus bangkit, melakukan pelepasan fisik (seperti lari atau angkat beban ringan), dan kembali bekerja. Hal ini mengendalikan kecemasannya, mengubah kekhawatiran yang melumpuhkan menjadi energi terstruktur.
Emosi yang baik adalah sistem operasi yang sehat. Jika ia crash, seluruh hardware (tubuh dan otak) akan berhenti bekerja. Jangan tunggu sampai kamu meledak. Berinvestasilah pada kesehatan mentalmu, karena ia adalah aset paling berharga yang kamu punya untuk menamatkan pendidikan ini.
Penulis : Dr. Muh Anwar. HM
Dosen FTK UINAM
Kepala Microleading FTK UINAM
CEO ITMT Indonesia






















Discussion about this post