BERITAPERS – Demi memastikan kualitas dan keamanan pangan bagi generasi penerus bangsa, Badan Gizi Nasional (BGN) serius menggarap kompetensi penjamah makanan. BGN menggelar Pelatihan Petugas Penjamah Makanan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Maros, yang dipusatkan di Hotel Karebosi Premier Makassar, Sabtu (19/7/2025),
Pelatihan akbar ini diikuti oleh total 300 peserta, yang merupakan penjamah makanan dari berbagai SPPG di Kabupaten Maros, meliputi SPPG Turikale 01, Turikale 02, Mandai Bontoa 2, Mandai Bontoa 3, Mandai 01, dan Lau Bonto Marannu. Jumlah peserta yang masif ini menunjukkan skala komitmen BGN dalam menjaga kualitas gizi masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari rencana kerja BGN, khususnya untuk memastikan setiap relawan yang bekerja di dapur SPPG memiliki kompetensi tinggi dalam menangani dan menyajikan makanan bergizi dalam skala besar.
Pelatihan penjamah makanan ini dirancang secara komprehensif, melatih individu yang menangani makanan secara langsung, mulai dari proses persiapan, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian, demi menjamin keamanan pangan dan higienitas makanan.
Tak hanya itu, pelatihan ini juga menjadi bagian krusial dari penguatan integritas dan kualitas layanan SPPG, yang kerap menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Imran Haris, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, menjelaskan tujuan utama pelatihan ini. “Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kapasitas penjamah pangan dalam menerapkan prinsip higiene dan sanitasi dalam pengelolaan pangan,” terang Imran.
Menurutnya, sangat penting agar para relawan memiliki pengetahuan memadai dalam mengolah makanan dalam skala besar secara higienis. Hal ini menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga kualitas dan keamanan pangan untuk dikonsumsi masyarakat, khususnya para penerima manfaat program MBG.
“Keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan gizi, tetapi juga oleh jaminan keamanan pangan,” tegas Imran. Ia menutup dengan penekanan pada kelompok rentan. “Anak-anak adalah kelompok yang rentan. Maka sudah menjadi kewajiban kita memastikan bahwa makanan yang mereka konsumsi aman dari segala bentuk cemaran dan layak untuk dikonsumsi setiap hari.”
Dengan pembekalan yang ketat ini, BGN bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Maros bertekad untuk memastikan bahwa setiap hidangan yang disajikan melalui program MBG tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan higienis, demi mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak di Kabupaten Maros.










