BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG — Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Waetuoe, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Jumat (14/8/2026), tidak sekadar menjadi momentum memperingati perjalanan Gerakan Pramuka, tetapi juga menjadi gambaran nyata kekompakan dan sinergitas tiga pilar Kecamatan Lanrisang dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Kehadiran Camat Lanrisang Hasri Hadi, S.IP., Kapolsubsektor Lanrisang IPDA Irwan Asmadi, SE serta Serma Suaib yang mewakili Danramil 1404-08/Lanrisang Kapten Kav Andi Asmansyah, S.I.Pmenjadi simbol kuatnya kebersamaan unsur pemerintah, TNI dan Polri di Kecamatan Lanrisang.
Ketiganya hadir bersama dalam satu momentum kebangsaan, berdiri dalam semangat yang sama untuk memberikan keteladanan kepada masyarakat dan generasi muda bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara membutuhkan kebersamaan, loyalitas, kedisiplinan serta ketulusan.
Suasana upacara berlangsung khidmat. Di tengah berkibarnya Sang Merah Putih dan semangat para anggota Pramuka, tiga pilar Kecamatan Lanrisang memperlihatkan bahwa perbedaan tugas dan kewenangan bukanlah penghalang untuk berjalan bersama. Sebaliknya, perbedaan tersebut menjadi kekuatan ketika disatukan dalam satu tujuan, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Camat Lanrisang Hasri Hadi, S.IP. selaku pembina upacara menegaskan bahwa semangat Pramuka memiliki hubungan erat dengan nilai pengabdian yang selama ini menjadi bagian dari tugas pemerintah, TNI dan Polri.
“Hari Pramuka bukan hanya tentang seragam dan upacara. Di dalamnya ada nilai pengabdian, kedisiplinan, persatuan, gotong royong dan kecintaan kepada bangsa. Nilai-nilai inilah yang harus kita jaga dan kita wariskan kepada generasi muda,” ujar Hasri Hadi.
Menurutnya, kekompakan tiga pilar bukan sekadar terlihat dalam sebuah kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui komunikasi, koordinasi dan kerja bersama untuk kepentingan masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa tiga pilar Kecamatan Lanrisang selalu hadir bersama masyarakat. Pemerintah, TNI dan Polri memiliki tugas masing-masing, tetapi tujuan kita sama, yaitu memberikan rasa aman, pelayanan dan pengabdian terbaik kepada masyarakat. Semangat ini merupakan bagian dari pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” tegasnya.
Momentum tersebut semakin bermakna karena amanat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dibacakan secara serentak di seluruh Indonesia. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kepramukaan tidak mengenal batas wilayah dan menjadi bagian dari gerakan nasional dalam membentuk generasi muda yang berkarakter.
Kapolsubsektor Lanrisang IPDA Irwan Asmadi turut memperlihatkan komitmen kepolisian dalam mendukung kegiatan pembinaan generasi muda. Kehadiran Polri dalam kegiatan Pramuka menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menanamkan pentingnya kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan dan rasa tanggung jawab.
Sementara itu, Serma Suaib, yang mewakili Danramil 1404-08/Lanrisang Kapten Kav Andi Asmansyah, turut menjadi bagian dari kebersamaan tiga pilar dalam peringatan tersebut. Kehadiran unsur TNI memperkuat pesan tentang pentingnya semangat kebangsaan, cinta tanah air, disiplin dan gotong royong dalam membangun karakter generasi muda.
Bagi masyarakat Lanrisang, kebersamaan tiga pilar dalam kegiatan tersebut menjadi pemandangan yang penuh makna. Mereka tidak hanya hadir sebagai pejabat atau aparat, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan, memberikan rasa aman dan memastikan pembangunan berjalan dengan baik.
Dari Lapangan Sepak Bola Waetuoe, pesan pengabdian itu terasa kuat. Di bawah kibaran Merah Putih, pemerintah, TNI dan Polri berdiri dalam satu barisan bersama Gerakan Pramuka dan masyarakat. Sebuah gambaran sederhana namun sarat makna bahwa bangsa yang kuat dibangun dari kebersamaan, bukan dari berjalan sendiri-sendiri.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kecamatan Lanrisang pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut. Tiga pilar Kecamatan Lanrisang diharapkan terus menjadi contoh sinergitas di tengah masyarakat, menjaga komunikasi dan kebersamaan serta hadir dalam berbagai persoalan yang membutuhkan kerja bersama.
Semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” menjadi ruh dari peringatan tersebut. Sebuah pesan bahwa pengabdian tidak selalu harus dilakukan melalui hal-hal besar, tetapi dapat dimulai dari kesetiaan menjalankan tugas, memberikan pelayanan dengan tulus, menjaga keamanan, membangun kepercayaan dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.
Hari Pramuka ke-65 di Lanrisang akhirnya bukan hanya tentang sebuah peringatan, melainkan tentang keteladanan, persatuan dan pengabdian. Kekompakan Camat Lanrisang, Kapolsubsektor Lanrisang dan unsur Koramil menjadi simbol bahwa ketika pemerintah, TNI dan Polri berjalan beriringan, maka semangat membangun dan mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara akan semakin kuat. (MLP)





















Discussion about this post