BERITAPERS || TAKALAR – Suasana tenang di sejumlah desa di Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, kini terusik oleh maraknya permainan tembak-tembakan menggunakan peluru plastik atau yang akrab disebut peluru “Omega”. (24/3/2026)
Permainan yang digandrungi anak-anak hingga remaja ini dilaporkan mulai meresahkan warga dan pengguna jalan.
Keresahan ini muncul bukan tanpa alasan. Meski dianggap sekadar mainan, daya lontar peluru plastik tersebut dinilai cukup kuat dan membahayakan jika mengenai area sensitif, terutama mata.
Keluhan Warga dan Pengguna Jalan
Beberapa warga melaporkan bahwa anak-anak seringkali bermain tanpa pengawasan dan menjadikan fasilitas umum sebagai medan “perang-perangan”.
Salah satu orang tua korban, Daeng Pasang sangat terpukul, karena anak semata wayangnya jadi korban peluru nyasar hingga mengenai mata kanannya.
Dikabarkan usai diminta keterangan singkat orangtua korban, Daeng pasang sangat sedih karena anaknya yang masih balita ini penglihatannya jadi buram karena kena peluru plastik pada bagian mata kanannya, hingga terlihat merah pada kelopak matanya.
”Kami merasa khawatir anak lainnya bisa menjadi sasaran peluru nyasar saat sedang berada di luar rumah”, terang Daeng Pasang.
Harapan Tindakan Tegas dari Pihak Berwajib
Masyarakat Kecamatan Galesong sangat berharap adanya perhatian serius dari aparat kepolisian setempat (Polsek Galesong) maupun Satpol PP untuk melakukan penertiban.
Warga mendesak agar
Mengadakan Patroli Rutin, Petugas melakukan patroli di titik-titik yang sering dijadikan tempat bermain.
Edukasi & Penertiban
Memberikan teguran kepada anak-anak yang bermain secara berbahaya serta menertibkan penjual yang mengedarkan mainan tersebut tanpa standar keamanan.
Peran Orang Tua
Mengimbau para orang tua agar lebih ketat mengawasi jenis permainan anak-anak mereka.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret sebelum jatuh korban cedera yang lebih serius akibat penyalahgunaan mainan peluru plastik ini.



















Discussion about this post