BERITAPERS || MAKASSAR – Kawasan Danau Tanjung Bunga Selatan di Kecamatan Tamalate kini menjadi potret nyata keberhasilan transformasi ruang publik di Kota Makassar. (5/7/2026).
Siapa sangka, area tepi danau yang kini dikenal sebagai destinasi wisata kuliner favorit dan hits tersebut memiliki cerita masa lalu yang jauh berbeda.
Beberapa tahun silam, kawasan strategis ini kerap diidentikkan dengan aktivitas negatif, mulai dari lokasi tongkrongan yang kumuh hingga menjadi arena adu ketangkasan motor alias balapan liar yang meresahkan para pengguna jalan.
Namun, wajah bising dan rawan bahaya itu kini telah terkikis habis.
Pemerintah kota bersama masyarakat dan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berhasil menyulapnya menjadi sebuah surga kuliner lesehan terbuka yang sangat diminati.
Deru mesin motor dan aroma asap knalpot kini telah berganti dengan wewangian bumbu bakar hidangan laut (seafood) segar khas Makassar yang menggugah selera di kala senja.
Perubahan drastis ini mendapat respons yang luar biasa positif dari warga. Pengunjung yang datang tidak lagi merasa cemas akan keselamatan berkendara di sekitar lokasi.
Sebaliknya, mereka dapat menikmati aneka hidangan laut segar, seperti ikan sunu, kakap, katamba, udang, hingga cumi-cumi dengan suasana yang menenangkan, sejuk, dan ramah keluarga di sepanjang tepian air danau yang tertata rapi.
Transformasi positif ini juga membawa berkah ekonomi yang luar biasa bagi warga sekitar.
Tempat yang dulu hanya dijadikan ajang kumpul-kumpul tanpa arah oleh sekelompok remaja, kini berhasil menyerap puluhan tenant UMKM lokal yang mandiri.
Keberadaan warung-warung lesehan yang berjejer rapi tersebut mampu menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif dan mendatangkan ratusan pengunjung setiap harinya, baik dari dalam kota, luar kabupaten, hingga wisatawan mancanegara.
Salah seorang pengunjung setuju bahwa perubahan ini merupakan langkah maju yang sangat luar biasa bagi penataan Kota Makassar. Kawasan Danau Tanjung Bunga Selatan kini tidak hanya berhasil mematikan ruang bagi aktivitas balapan liar, tetapi juga melahirkan sebuah ikon wisata kuliner unggulan baru yang bersih, aman, terjangkau, dan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.






















Discussion about this post