MAKASSAR – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh kelompok mahasiswa bersama Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia di Kota Makassar sempat diwarnai gesekan fisik dengan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) setempat pada Sabtu (15/8/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, ketegangan mulai pecah sekitar pukul 10.30 WITA. Gesekan dipicu oleh aksi provokasi dan pelemparan batu ke arah barisan massa unjuk rasa yang diduga dilakukan oleh kelompok ormas.
Dalam insiden tersebut, kelompok ormas yang berada di lokasi sempat menggunakan satu unit kendaraan pick-up warna perak sebagai mobil komando untuk mendekati massa aksi KNPB. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya massa aksi dapat menahan diri dan memukul mundur pihak yang melakukan provokasi.
Pascakejadian tersebut, koordinator lapangan (korlap) aksi langsung melakukan negosiasi dengan aparat kepolisian dan jajaran Intelkam yang bersiaga di lokasi guna memulihkan situasi.
”Aksi kami merupakan aksi damai yang terencana dan terkonsolidasi. Tugas pihak keamanan adalah mengawal massa aksi menuju sasaran di Kantor Kementerian Hukum dan HAM RI Wilayah Sulawesi Selatan,” tegas Korlap Aksi di lokasi kejadian.
Setelah koordinasi dilakukan, pihak kepolisian mengambil langkah tegas untuk menyekat area dan memberikan pengawalan ketat terhadap rombongan massa aksi. Rombongan mahasiswa dan KNPB Konsulat Indonesia kemudian melanjutkan longmarch menuju Kantor Kanwil Kemenkumham Sulsel dengan tertib, aman, dan terkendali hingga penyampaian aspirasi selesai.






















Discussion about this post