Gowa — Basarnas Makassar menyiagakan 295 personel untuk mengamankan kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Siaga khusus tersebut berlangsung pada 15-18 Agustus 2026. Ratusan personel yang dilibatkan berasal dari Basarnas Makassar, SAR komunitas, organisasi kemanusiaan, relawan, tenaga medis, hingga unsur terkait lainnya.
Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis sepanjang jalur pendakian. Mereka bertugas melakukan pemantauan, pelayanan, serta penanganan kondisi darurat yang dialami para pendaki.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan siaga khusus tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan Basarnas untuk memastikan kegiatan masyarakat berlangsung aman.
“Kami menempatkan personel di sejumlah titik untuk memastikan pendaki mendapatkan rasa aman selama berada di jalur. Prinsip kami jelas, ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, kami harus hadir dan memberikan respons secepat mungkin,” ujar Arif.
8 Pendaki Dievakuasi
Pada Senin (17/8) sekitar pukul 06.30 WITA, Tim SAR Gabungan mengevakuasi delapan pendaki yang mengalami berbagai kondisi kesehatan di jalur pendakian Gunung Bawakaraeng.
Seluruh pendaki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat menuju Posko Registrasi Bulu Balea untuk mendapatkan penanganan medis.
Kondisi yang dialami para pendaki beragam, mulai dari hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus. Beberapa di antaranya mendapat penanganan tim medis dan selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong sesuai kebutuhan.
Sementara itu, hingga H-2, tercatat sebanyak 3.273 pendaki melakukan registrasi melalui sejumlah jalur pendakian Gunung Bawakaraeng.
Berikut rinciannya. Lembanna: 223 pendaki, Bulu Balea: 1.681 pendaki
,Tassoso: 947 pendaki,Kanreapia: 422 pendaki.
Arif mengimbau para pendaki agar tidak memaksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan.Menurutnya, kondisi cuaca, suhu dingin, kelelahan, serta kepadatan jalur menjadi sejumlah faktor yang harus diperhatikan selama kegiatan pendakian.
“Kami mengimbau seluruh pendaki untuk mempersiapkan diri dengan baik, membawa perlengkapan sesuai kebutuhan, menjaga kondisi fisik, dan tidak memaksakan diri jika tubuh mulai mengalami gangguan.
Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai semangat mengibarkan Merah Putih justru mengabaikan keselamatan diri,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan siaga khusus, personel disebar di delapan titik pemantauan. Lokasinya yakni Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso.
Basarnas Makassar juga mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk menjaga koordinasi dan komunikasi selama pelaksanaan kegiatan. Koordinasi dinilai penting mengingat tingginya jumlah pendaki serta karakteristik medan Gunung Bawakaraeng yang membutuhkan kesiapsiagaan.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang menjaga jalur pendakian. Ini tentang memastikan setiap orang yang datang untuk memperingati kemerdekaan dapat kembali dengan selamat kepada keluarganya. Semangat kemerdekaan harus berjalan bersama kepedulian dan kemanusiaan,” kata Arif.
Basarnas Makassar memastikan siaga khusus berlangsung hingga 18 Agustus 2026. Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik dan siap memberikan pertolongan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
(Irsan).





















Discussion about this post