TAKALAR – Pemerintah Kabupaten Takalar sukses menggelar Malam Apresiasi dan Inovasi Takalar Award 2026 sebagai bentuk penghargaan bergengsi kepada organisasi perangkat daerah, aparatur sipil negara (ASN), pemerintah desa, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, hingga pengelola pasar yang berhasil menghadirkan inovasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Gagasan strategis Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, tersebut berlangsung meriah di Lapangan Terbuka Halaman Kantor Bupati Takalar pada Rabu malam, 5 Agustus 2026. Ajang tahunan ini menjadi momentum krusial dalam mengakselerasi reformasi birokrasi sekaligus membangun iklim kompetisi yang sehat di lingkungan Pemkab Takalar.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Takalar Award 2026 yang juga Kepala Bapperida Kabupaten Takalar, Drs. Rahmansyah Lantara, M.Si., menegaskan bahwa perhelatan ini bukan sekadar seremoni penyerahan piala atau piagam penghargaan semata.
”Malam ini bukan sekadar malam penyerahan piala atau piagam. Malam ini adalah momentum kita bersama untuk merayakan semangat perubahan, kerja keras, dan dedikasi tanpa henti bagi kemajuan Kabupaten Takalar,” ujar Rahmansyah.
Ia menjelaskan, Takalar Award 2026 mengusung tema “Akselerasi Transformasi Birokrasi Melalui Kompetisi Internal untuk Pelayanan Publik Berkualitas”. Menurutnya, tema tersebut menekankan bahwa kompetisi internal hadir sebagai ruang untuk saling memotivasi dan menginspirasi, bukan untuk saling menjatuhkan.
”Kompetisi dalam Takalar Award hadir untuk saling memacu, saling menginspirasi, dan saling memperbaiki diri demi satu tujuan, yakni memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas kepada masyarakat Takalar,” jelasnya.
Lingkup penilaian Takalar Award tahun ini dirancang secara komprehensif. Penilaian tidak hanya berfokus pada kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tetapi juga menyasar ASN dan pemerintah desa sebagai ujung tombak pelayanan.
Sebanyak 18 kategori penghargaan diperebutkan, meliputi Inovasi Daerah Terbaik, OPD Inovatif, Inovator Terbaik, Tim Inovasi Terbaik, OPD Pelayanan Publik Terbaik, OPD Capaian PAD Terbaik, OPD Tatanan Kantor Terbaik, Desa Digital, Desa dengan Pengelolaan Keuangan Terbaik, Kepala Sekolah dan Guru Teladan (TK/PAUD, SD, SMP), Puskesmas Terbaik, Desa/Kelurahan Capaian Pajak Terbaik, hingga Pengelolaan Pasar Terbaik.
”Melalui penghargaan ini, kami ingin memastikan bahwa inovasi tidak hanya lahir di tingkat pimpinan, tetapi mampu tumbuh hingga ke desa dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Rahmansyah.
Seluruh proses penilaian dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel melalui verifikasi data kinerja, validasi dokumen, hingga tinjauan lapangan langsung.
”Kami memastikan penghargaan ini memiliki legitimasi kuat. Diberikan kepada mereka yang benar-benar berinovasi, memiliki data yang valid, dan dampaknya nyata dirasakan masyarakat, bukan sekadar inovasi di atas kertas,” tegasnya.
Rahmansyah mengajak seluruh peserta menjadikan ajang ini sebagai motivasi berkelanjutan. Bagi penerima penghargaan, prestasi tersebut menjadi amanah untuk terus menginspirasi, sementara bagi yang belum meraih penghargaan agar menjadikannya bahan evaluasi untuk menghadirkan terobosan yang lebih baik di masa mendatang.
Di akhir laporan, Ketua Panitia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Takalar Daeng Manye atas arahan dan dukungan penuh, serta kepada seluruh tim penilai dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan agenda tahunan tersebut.
Melalui Takalar Award 2026, Pemkab Takalar optimistis semangat inovasi, kolaborasi, dan transformasi birokrasi akan terus mengakar di seluruh tingkatan aparatur guna mewujudkan pelayanan publik yang cepat, profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.





















Discussion about this post