Beritapers.com.Makassar– Ratusan warga mengatas namakan Forum warga Bersatu Perumahan Gubernur Dan Pemda Kelurahan Manggala melakukan aksi damai melawan mafia tanah dan premanisme di lokasi Perumahan Gubernur dan Pemda, Minggu (18/5).
“Aksi ini merupakan bentuk perlawanan warga terhadap upaya penyerobotan lahan dan intimidasi yang mengancam hak-hak masyarakat,” kata Ir Sadaruddin.,MT, didampingi Anshar dan M.Yusuf.

Selain berorasi, warga juga membentangkan spanduk dan menyuarakan yel-yel di pintu gerbang jalan masuk ke perumahan Gubernur.
Melalui aksi damai ini, warga menyampaikan lima poin peryataan sikap yaitu :
- Menolak proses peradilan yang terindikasi dikendalikan oleh mafia tanah.
- Menuntut aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku mafia tanah, termaksud oknum di instansi ppemerintah
- Mendesak pemerintah provinsi Sulsel dan Pemkot Makassar untuk bertanggung jawab menjaga aset negara.
- Menolak segala bentuk aksi premanisme dan intimidasi di wilayah Manggala.
- Menolak pemberlakuan hukum warisan penjajahan Belanda (Eigendom Verponding) di Indonesia karena Indonesia sudah merdeka.
Ketua Forum Warga Bersatu Ir Sadaruddin menegaskan bahwa aksi ini dilakukan secara konstitusional dan damai, namun tetap dengan sikap tegas demi menegakkan kebenaran dan keadilan.
“Kami akan terus mengawal proses hukum ini, kami warga kecil,tapi kami tidak akan mundur menghadapi ketidakadilan. Merdeka atau mati” tegasnya.
(RUD).





















Discussion about this post