Beritapers.Makassar – Pemerintah Kota Makassar bersama jajaran TNI-Polri menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat dan pemuda dari empat wilayah rawan konflik, yakni Layang, Lembo, Sapiria, dan Tinumbu Lorong 148.
Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan serta mencegah terulangnya aksi tawuran yang meresahkan warga.
Wali Kota Makassar Munafri Arifudin menegaskan bahwa kunci utama menjaga kondusivitas bukan hanya melalui aparat keamanan, tetapi juga melalui kekompakan antarwarga. Ia menyoroti adanya pihak luar yang kerap memprovokasi, sehingga solidaritas masyarakat menjadi hal yang paling penting untuk mengantisipasi konflik.
“Harapan kita bagaimana menjaga kondusivitas di wilayah masing-masing dengan koordinasi bersama kepolisian maupun TNI. Tapi yang lebih penting adalah kekompakan antarwarga agar tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.
Pemerintah Kota Makassar bersama Polrestabes dan Kodim juga berkomitmen mendirikan pos-pos pengamanan selama satu minggu ke depan. Posko ini akan melibatkan aparat kepolisian, Satpol PP, serta masyarakat untuk berjaga bersama demi memastikan situasi tetap kondusif.
Selain pengamanan, Pemkot juga menyiapkan program pemberdayaan bagi para pemuda di wilayah tersebut. Menurut Wali Kota, minat dan bakat generasi muda harus difasilitasi melalui pelatihan, pendidikan informal, maupun kegiatan kreatif seperti yang difasilitasi lewat Makassar Creative Hub.
“Dengan kegiatan positif, mereka tidak akan mudah terjerumus pada hal-hal negatif,” tambahnya.
Terkait fasilitas keamanan, Pemkot memastikan penambahan kamera CCTV di lokasi rawan sekaligus perbaikan penerangan jalan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pemantauan sekaligus mencegah aksi kriminalitas. Pertemuan tersebut juga menghasilkan deklarasi damai antarwarga sebagai langkah nyata menuju keamanan bersama.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait aksi pembakaran yang terjadi sebelumnya.
Minimnya alat bukti serta ketiadaan CCTV di lokasi kejadian menjadi kendala utama, namun polisi terus mengumpulkan saksi-saksi.
“Kami berupaya mengidentifikasi pelaku meski situasi saat itu sangat ramai,” jelasnya.
Mengenai isu peredaran narkoba di kawasan tersebut, Kapolrestabes menegaskan tidak akan menoleransi praktik ilegal itu.
“Sepanjang ada bukti dan keterangan cukup, pasti akan ditindak. Tidak ada kata tidak,” tegasnya.





















