BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG — Pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Waetuoe Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, resmi dihentikan untuk seluruh pertandingan tingkat umum. Keputusan tersebut diambil setelah terjadi insiden perkelahian yang melibatkan suporter saat dalam perjalanan pulang setelah menyaksikan pertandingan, Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 18.30 WITA.
Penghentian seluruh pertandingan umum tersebut diputuskan melalui rapat atau musyawarah di Aula kantor Lanrisang terkait kondisi dan situasi keamanan kegiatan perayaan HUT RI ke-81 tingkat Kecamatan Lanrisang. Musyawarah dihadiri Camat Lanrisang Hasri Hadi, S.IP., Danramil 1404-08/Lanrisang Kapten Kav Andi Asmansyah, S.IP., beserta jajaran, Kapolsubsektor Lanrisang IPDA Irwan Asmadi, BS., SE., beserta jajaran, Lurah Lanrisang, Kepala Desa Waetuoe, Kepala Desa Lerang, Plt. Kepala Desa Barang Palie, kepala dusun, serta Ketua Umum PHBN Kecamatan Lanrisang Tahun 2026.
Dalam berita acara musyawarah yang ditetapkan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, disepakati empat poin penting. Pertama, pertandingan sepak bola, bola voli dan takraw tingkat umum dihentikan. Kedua, seluruh tim yang telah mencapai partai final ditetapkan sebagai Juara 1 Bersama. Ketiga, keputusan tersebut diambil demi menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat yang baik serta kondusif. Keempat, seluruh pihak dan masyarakat diminta memahami serta mematuhi keputusan bersama tersebut.
Camat Lanrisang Hasri Hadi menegaskan bahwa keputusan penghentian pertandingan bukan semata-mata untuk menghentikan rangkaian kegiatan olahraga, tetapi merupakan langkah bersama untuk mengutamakan keamanan masyarakat.
“Kita semua tentu menginginkan seluruh rangkaian Porseni berjalan dengan baik. Namun, ketika situasi keamanan mulai terganggu, maka keselamatan dan ketertiban masyarakat harus menjadi prioritas. Keputusan ini merupakan hasil musyawarah bersama dan diambil demi kepentingan masyarakat,” ujar Hasri Hadi.
Ia juga mengajak seluruh peserta, suporter dan masyarakat Kecamatan Lanrisang agar menerima keputusan tersebut dengan penuh kesadaran serta tidak melakukan tindakan yang dapat kembali memicu gangguan keamanan.
Insiden perkelahian antarsuporter yang terjadi ketika massa dalam perjalanan pulang menjadi perhatian serius unsur pemerintahan, TNI dan Polri. Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar dilakukannya evaluasi terhadap pelaksanaan pertandingan tingkat umum yang sebelumnya menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ke-81 di Kecamatan Lanrisang.
Kapolsubsektor Lanrisang IPDA Irwan Asmadi bersama jajaran turut mendorong seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Hal tersebut sejalan dengan upaya aparat keamanan bersama pemerintah kecamatan untuk mencegah terjadinya kembali gesekan antarkelompok maupun suporter.
Danramil 1404-08/Lanrisang Kapten Kav Andi Asmansyah juga menjadi bagian dari musyawarah dan keputusan bersama tersebut. Kehadiran unsur TNI dan Polri bersama pemerintah kecamatan menunjukkan adanya langkah terpadu dalam menjaga stabilitas keamanan selama rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI.
Keputusan tersebut kemudian dituangkan secara resmi dalam Berita Acara Musyawarah Terkait Situasi/Kondisi Keamanan pada Acara Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tingkat Kecamatan Lanrisang dan ditandatangani oleh unsur pemerintah, TNI, Polri serta perwakilan wilayah yang hadir.
Dengan keputusan tersebut, pertandingan sepak bola, voli dan takraw tingkat umum dinyatakan berhenti. Sementara tim yang telah mencapai partai final ditetapkan sebagai juara 1 bersama sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan dan partisipasi seluruh peserta selama mengikuti rangkaian Porseni.
Langkah ini sekaligus menjadi komitmen bersama pemerintah Kecamatan Lanrisang, TNI, Polri dan masyarakat untuk menjaga semangat perayaan HUT RI ke-81 tetap berlangsung dalam suasana aman, tertib dan penuh persaudaraan.
Pemerintah Kecamatan Lanrisang berharap seluruh masyarakat dapat menerima keputusan tersebut dengan bijak dan tidak menjadikan penghentian pertandingan sebagai pemicu permasalahan baru. Semangat kemerdekaan diharapkan tetap diwujudkan melalui persatuan, sportivitas dan kepedulian terhadap keamanan serta ketenteraman bersama. (MLP






















Discussion about this post