BERITAPERS || MAKASSAR – Peluncuran dan diskusi buku Ngaji Sugih karya pengusaha sekaligus penulis Hj. Soraya, S.H., M.H., C.Ht., N.NLP., berlangsung hangat dan penuh bobot spiritual di Hotel Aryaduta Makassar, Sabtu siang (22/8/2026).
Kegiatan literasi yang berlangsung hingga sore hari tersebut menghadirkan jajaran akademisi dan tokoh agama terkemuka sebagai pembahas, yakni pakar linguistik Unhas Prof. Dr. Adi Armin, M.Hum.; akademisi Prof. Dr. Sukardi Weda; serta Mursyid Tariqah Naqsabandiyah Khalidiyah sekaligus Ketua Umum DPP IPMI, Ustadz Drs. Muhammad Amir Jaya.
Jurnalis senior Arwan D. Awing bertindak sebagai moderator, didampingi Founder Komunitas Anak Pelangi (K-Apel) sekaligus penyelaras buku, Rahman Rumaday, sebagai narasumber pendamping.
Acara ini turut dihadiri deretan budayawan, sastrawan, dan penggiat literasi Sulsel, seperti dramawan Yudhistira Sukatanya, pasanjak Syahril Patakaki, penyair Andi Marliah dan Andi Ruhban, perwakilan Dinas Perpustakaan Makassar Husni Mubarak, serta komunitas Pengusaha Menulis Buku Indonesia (PEMBIS).
Dalam pemaparannya, Hj. Soraya menegaskan bahwa Ngaji Sugih bukanlah buku panduan instan untuk menimbun harta material, melainkan sebuah redefinisi mengenai kekayaan jiwa, kelapangan hati, kedalaman ilmu, serta keberkahan hidup.
”Kekayaan sejati lahir dari hubungan yang lurus dengan Allah, ikhtiar halal yang diiringi tawakal, serta hati yang bersih. Harta adalah amanah dan alat untuk memberi manfaat kepada sesama, bukan tujuan akhir,” terang Soraya.
Penyelaras buku, Rahman Rumaday, menceritakan proses kurasi ketat naskah Ngaji Sugih yang berawal dari draft setebal 560 halaman hingga akhirnya dirangkum menjadi 340 halaman cetakan final yang kaya akan narasi reflektif.
Tanggapan apresiatif mengalir dari para pembahas. Prof. Dr. Sukardi Weda menilai Ngaji Sugih berhasil memadukan pendekatan ilmiah, pengalaman empiris, dan keindahan sastra. Ia bahkan mendorong agar karya ini diterjemahkan ke dalam bahasa internasional seperti Inggris, Prancis, dan Arab.
Sementara itu, Ustadz Muhammad Amir Jaya menyebut penulis telah mencapai maqam spiritual nafsu mulhamah yang menuangkan ilham kebaikan dalam bentuk tulisan.
”Menulis adalah bagian dari ibadah dan puncak peradaban. Mengutip Pramoedya Ananta Toer, jika ingin abadi, maka menulislah,” tandas Ustadz Amir Jaya.






















Discussion about this post