BERITAPERS || BULUKUMBA— Pemerintah Desa Lamanda, Kabupaten Bulukumba, hadirkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulukumba dalam pelatihan penyelenggaraan jenazah yang diikuti ibu-ibu Majelis Ta’lim di Masjid Baitul Makmur, Rabu 26 Agustus 2026
Kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melaksanakan kewajiban fardu kifayah.
Kepala Desa Lamanda, Muh. Amran, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang keagamaan.
Menurutnya, tata cara penyelenggaraan jenazah pada dasarnya mudah dipelajari. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan warga yang enggan atau takut terlibat langsung saat berhadapan dengan jenazah.
“Penyelenggaraan jenazah ini sebenarnya mudah, tetapi terkadang sulit ditemukan di lapangan karena ada rasa takut dari warga. Inilah yang menjadi salah satu alasan kami berinisiatif melaksanakan kegiatan ini, agar masyarakat memiliki keberanian sekaligus keterampilan dalam menyelenggarakan jenazah,” ujar Muh. Amran.
Sementara itu, Pimpinan Baznas Kabupaten Bulukumba yang diwakili Ketua Bidang Pengumpulan, H. Bustan Kadir, memotivasi peserta agar tidak takut melaksanakan penyelenggaraan jenazah.
Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh cerita-cerita yang dapat menimbulkan ketakutan ketika hendak merawat jenazah.
“Jangan takut untuk merawat jenazah. Jangan dengar cerita-cerita di luar sana yang kadang menakut-nakuti. Kita harus berani karena ini merupakan kewajiban kita sebagai umat Islam,” kata H. Bustan Kadir.
Menurut Bustan, membantu proses penyelenggaraan jenazah merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus bernilai ibadah. Ia menyebut keterlibatan masyarakat dalam proses tersebut sebagai salah satu bentuk jihad fisabilillah karena menjalankan kewajiban agama dan membantu sesama umat Islam.
“Ini salah satu jihad fisabilillah. Kita membantu saudara kita yang telah meninggal dengan melaksanakan kewajiban penyelenggaraan jenazah,” jelasnya.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Pelatihan diharapkan dapat membekali mereka dengan keberanian dan kemampuan untuk membantu penyelenggaraan jenazah ketika dibutuhkan di tengah masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Desa Lamanda berencana menggelar lomba penyelenggaraan jenazah antarmadjelis taklim di Desa Lamanda.
Muh. Amran mengatakan lomba tersebut akan menjadi sarana untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan.
“Insyaallah ke depan kami akan membuat lomba penyelenggaraan jenazah antar-Majelis Ta’lim. Ini sebagai bentuk tindak lanjut agar ilmu yang sudah diperoleh tidak berhenti sampai di pelatihan, tetapi terus dipraktikkan dan ditingkatkan,” tutupnya.
RR





















Discussion about this post