BERITAPERS || PAREPARE — Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan, S.I.K., M.H., M.I.K., memperkuat komunikasi dan sinergi dengan insan pers melalui kegiatan silaturahmi media yang digelar di Kafe RKS, Kota Parepare, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Kapolres Parepare yang baru sekitar dua pekan menjalankan tugas untuk memperkenalkan sejumlah program sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat dengan media sebagai mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Phunky memaparkan sejumlah agenda yang menjadi perhatian Polres Parepare, di antaranya ketahanan pangan, pemetaan potensi wilayah, penyerapan aspirasi masyarakat, serta upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap aman dan kondusif.
Salah satu perhatian utama yang disampaikan Kapolres adalah pengembangan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan. Sebelumnya, dirinya bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan Kementerian Pertanian meninjau potensi persawahan yang berada di wilayah Bacukiki.
Hasil peninjauan tersebut menunjukkan adanya potensi sumber air yang cukup melimpah untuk mendukung sistem pengairan lahan pertanian. Potensi tersebut dinilai sangat strategis, khususnya di tengah ancaman dampak El Nino yang dapat memengaruhi ketersediaan air bagi sektor pertanian.
Dari sekitar 743 hektare lahan persawahan yang terdapat di Kota Parepare, terdapat sekitar 2 hektare lahan yang diproyeksikan sebagai kawasan percontohan atau piloting dengan sistem pengairan yang optimal.
Pengelolaan lahan secara maksimal diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Jika sebelumnya hasil panen berada pada kisaran 5,5 ton per hektare, melalui penerapan pola pengelolaan dan pengairan yang lebih baik, produktivitas tersebut ditargetkan dapat meningkat hingga mencapai 10 ton per hektare.
“Ini menjadi percontohan di Kota Parepare sebagai piloting bagi para petani, khususnya di wilayah Sulsel maupun Indonesia,” ujar Phunky.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana model pertanian yang dikembangkan dapat direplikasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain ketahanan pangan, Kapolres Parepare juga menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang kuat antara kepolisian, pemerintah daerah, masyarakat, dan insan pers.
Memasuki pekan kedua bertugas di Parepare, Phunky mengaku masih aktif melakukan kunjungan dan turun langsung ke berbagai wilayah untuk memahami karakteristik daerah, memetakan persoalan, sekaligus melihat potensi yang dapat dikembangkan.
Langkah tersebut dilakukan agar kebijakan dan program yang nantinya dijalankan Polres Parepare benar-benar berdasarkan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Dua minggu ini saya masih keliling untuk ‘belanja masalah’, melihat langsung potensi dan kendala di lapangan. Hal ini penting agar kebijakan Polres ke depan linier dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menilai keberadaan media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi salah satu sumber masukan bagi kepolisian. Karena itu, hubungan kemitraan dengan insan pers diharapkan tidak hanya terjalin dalam kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi komunikasi yang konstruktif dan berkelanjutan.
Phunky juga membuka ruang bagi media untuk memberikan kritik, masukan, maupun informasi mengenai berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kami juga berharap rekan-rekan media terus mendampingi, memberikan masukan, dan bersinergi demi mewujudkan Parepare yang aman dan kondusif,” pungkasnya.
Silaturahmi tersebut sekaligus menegaskan komitmen Kapolres Parepare untuk membangun pola kerja kepolisian yang responsif, terbuka, dan dekat dengan masyarakat. Sinergi lintas sektor, termasuk bersama media, diharapkan mampu memperkuat upaya menciptakan keamanan sekaligus mendorong pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Parepare. (MLP)




















Discussion about this post