BERITAPERS || MAROS — Minggu, 30 Agustus 2026. Perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat terus dilakukan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Maros dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Dedi Aryan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keluhan warga terkait kondisi jaringan listrik di Dusun Lopi-Lopi, Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.
Sekitar 40 batang tiang listrik yang sebelumnya diusulkan kepada pihak PLN melalui program listrik masuk desa (Lisdes) kini mulai tiba di lokasi. Kehadiran material tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini mengharapkan adanya peningkatan jaringan listrik di wilayah mereka.
Warga Dusun Lopi-Lopi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada H. Dedi Aryan yang dinilai telah membantu memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga mendapatkan perhatian dari pihak terkait.
Salah seorang warga Dusun Lopi-Lopi, Tolla mengungkapkan rasa syukur atas adanya tindak lanjut terhadap keluhan warga mengenai kondisi kelistrikan di wilayah tersebut.
«“Kami sangat berterima kasih kepada Pak H. Dedi Aryan karena sudah membantu menyampaikan dan memperjuangkan keluhan masyarakat. Selama ini untuk pemasangan listrik baru membutuhkan biaya yang cukup besar, sementara kondisi voltase juga belum maksimal,” ujar Tolla»
Menurutnya, dengan mulai datangnya puluhan tiang listrik tersebut, masyarakat berharap pembangunan jaringan dan perbaikan instalasi dapat segera dilaksanakan sehingga warga dapat menikmati layanan listrik yang lebih layak dan aman.
Selama ini, kondisi jaringan listrik di sejumlah titik Dusun Lopi-Lopi masih memprihatinkan. Kabel-kabel listrik bahkan masih bergantung pada pepohonan atau ditopang menggunakan bambu. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga kerap menimbulkan kendala ketika terjadi gangguan jaringan.
Warga berharap pemasangan tiang dan penataan jaringan listrik dapat segera dituntaskan oleh pihak terkait.
“Kami berharap setelah tiang terpasang, jaringan listrik juga segera diperbaiki dan ditata dengan baik. Jangan lagi kabel bergantung di pohon atau ditopang bambu. Kami ingin listrik yang aman, stabil dan bisa dinikmati masyarakat secara layak,” harap Tolla
Masyarakat juga menilai perjuangan menyampaikan aspirasi hingga mendapat perhatian dari pihak PLN merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kebutuhan warga di wilayah pedesaan.
Dengan masuknya puluhan tiang listrik tersebut, warga Dusun Lopi-Lopi berharap program listrik masuk desa tidak berhenti pada pengadaan tiang saja, tetapi berlanjut hingga pemasangan jaringan, peningkatan kualitas tegangan, dan penyambungan listrik kepada masyarakat.
Warga pun berharap proses pengerjaan dapat dilakukan secepatnya agar persoalan kelistrikan yang selama ini mereka alami dapat segera teratasi.
( Syamsir )






















Discussion about this post