BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG — Minggu, 30 Agustus 2026. UPT SD Negeri 61 Pinrang menjadi salah satu sekolah di Kabupaten Pinrang yang mendapat perhatian khusus dari Diva Nurfatila, juara pertama (Winner) Miss Sulawesi Selatan 2026, dalam merealisasikan program kerjanya melalui kampanye anti-bullying di lingkungan sekolah.
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Kehadiran Diva membawa pesan penting tentang perlindungan anak sekaligus memperkuat komitmen UPT SD Negeri 61 Pinrang dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Diva Nurfatila, putri Kabupaten Pinrang yang berhasil meraih gelar Miss Sulawesi Selatan 2026, memilih UPT SD Negeri 61 Pinrang sebagai salah satu sekolah yang dikunjungi untuk menyosialisasikan pentingnya mencegah dan menghentikan bullying sejak dini.
Pilihan tersebut tidak terlepas dari komunikasi yang sebelumnya telah terjalin antara Diva dan pihak sekolah. Kepala UPT SD Negeri 61 Pinrang, Andi Haslinda, S.Pd.SD.,M.Pd, mengatakan bahwa dirinya pernah berkomunikasi langsung dengan Diva dan menyampaikan berbagai program Sekolah Ramah Anak yang dikembangkan di sekolah.
“Sebelumnya saya pernah berkomunikasi langsung dengan ananda Diva dan menyampaikan program Sekolah Ramah Anak UPT SD Negeri 61 Pinrang. Alhamdulillah, program tersebut mendapat respons yang sangat baik. Setelah terpilih sebagai Miss Sulawesi Selatan, ananda Diva kemudian memilih sekolah kami sebagai salah satu lokasi untuk merealisasikan program kerjanya melalui sosialisasi anti-bullying,” ujar Andi Haslinda.
Menurutnya, kehadiran Miss Sulawesi Selatan 2026 memberikan nilai positif bagi sekolah karena pesan tentang bahaya bullying disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak dan mudah dipahami oleh peserta didik.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan kepedulian ananda Diva terhadap lingkungan pendidikan, khususnya dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang bahaya bullying. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus membangun UPT SD Negeri 61 Pinrang sebagai Sekolah Ramah Anak,” lanjutnya.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diajak memahami bahwa bullying bukanlah bentuk candaan yang dapat dibenarkan. Perundungan dapat meninggalkan dampak terhadap perasaan, kepercayaan diri, hubungan sosial, hingga perkembangan anak.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghargai teman, menyayangi sesama, menghormati perbedaan, serta berani mengatakan tidak terhadap tindakan bullying.
Tidak kalah penting, siswa didorong untuk berani berbicara dan melapor kepada guru apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti materi yang diberikan dengan penuh perhatian dan mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang saling mendukung.
Andi Haslinda berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi mampu menjadi pemantik perubahan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan ini tidak hanya dipahami, tetapi benar-benar diterapkan oleh anak-anak. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk belajar, bermain, berpendapat, dan berkembang tanpa rasa takut,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya menciptakan sekolah bebas bullying membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah. Guru, siswa, tenaga kependidikan, dan orang tua perlu membangun komunikasi serta kepedulian bersama untuk mencegah terjadinya perundungan.
“Kami ingin membangun budaya sekolah yang saling menghargai, saling menguatkan, dan penuh kasih. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang aman dan menyenangkan,” kata Andi Haslinda.
Bagi UPT SD Negeri 61 Pinrang, kunjungan Miss Sulawesi Selatan 2026 menjadi momentum untuk memperkuat gerakan Sekolah Ramah Anak sekaligus memperluas edukasi mengenai pencegahan bullying.
Sementara bagi Diva Nurfatila, kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah nyata menjalankan program kerja setelah menyandang gelar Miss Sulawesi Selatan 2026. Ia selanjutnya akan membawa nama Sulawesi Selatan ke tingkat nasional dalam ajang Mister Miss Tourism Indonesia 2027 di Jakarta.
Pesan yang mengemuka dari kegiatan tersebut sederhana namun kuat: menghentikan bullying harus dimulai dari diri sendiri. Menjadi teman yang menguatkan jauh lebih berarti daripada menjadi seseorang yang menjatuhkan. (MLP)






















Discussion about this post